Kamus Bahasa Jawa Banten

 

Kata Berimbuhan yang dikenal dalam bahasa Jawa Banten, dapat terjadi dari:

 

1. Kata berawalan (prefiks)

a. Awalan {nge-}, {ng-} dan {N-}; sebagai pembuat kata kerja aktif:

jaluk

ngejaluk

minta

daw?

ngedaw?

memanjang

acak

ngacak

acak

ekon

ngekon

nyuruh

pager

mager

memagar

tabuh

nabuh

menabuh

b.Awalan {di-} sebagai pembuat kata kerja pasif.

aduk

diaduk

diaduk

ingu

diingu

dipelihara

c.Awalan {ke-}, {se-}, dan {pe-}

sepak

kesepak

tersepak

pendet

kependet

terambil

buku

sebuku

satu buku

sikat

sesikat

satu sisir pisang

damel

pedamel

profesi

jag?

penjag?

penjaga

2.Kata yang bersisipan (infiks): {-um-};

t?k?

-um-

tum?k?

3.Kata yang berakhiran (sufiks)

a. Akhiran {-e} dan { -ne}

sebab

sebabe

sebabnya

buku

bukune

bukunya

griy?

griyan?

rumahnya

b.Akhiran {-aken} dan {-kaken}

acak

acakaken

acakkan

pacul

paculaken

cangkulkan

bakt?

baktakaken

bawakan

c.Akhiran {-i } dan { -ni }

acak

acaki

diacak

embil

embili

diambil

bakt?

baktani

bawakan

d.Akhiran { -an }

bakt?

baktaan

bawaan

cepet

cepetan

lebih cepat

pepes

pepesan

pepesan

e.Akhiran { -en} dan {-nen}

keduk

keduken

galikan

acak

acaken

acakkan

bakt?

baktanen

bawalah

4.Kata yang berkonfiks. Konfiks yaitu gabungan dari dua macam imbuhan atau lebih yang bersama-sama membentuk satu arti, dan bersama-sama pula mempunyai satu fungsi.

a. Konfiks {ke-…-an}

urip

keuripan

kehidupan

dahar

kedaharan

makanan

rugi

kerugian

kerugian

b.Konfiks {pe-…-an}

shalat

peshalatan

tp. salat

bantu

pembantuan

tp. bantuan

sewa

penyewaan

tp. sewa

5.Gabungan imbuhan: Gabungan imbuhan adalah pemakaian beberapa imbuhan sekaligus pada suatu kata dasar yang dapat berarti bermacam-macam.

a. gabungan imbuhan {nge-, ng-, N-} dengan {-aken, -kaken) akan membentuk kata kerja aktif.

ngadusken

ngebalangaken

nyijikaken

ngenyijikaken

b.gabungan imbuhan {di-…-aken} dengan di-…-i/ni) akan membentuk kata kerja pasif.

diadusken

dibalangaken

disijikaken

diunduhi

c.variasi gabungan dari prefiks dan sufiks lainnya, akan membentuk kata lain dengan fungsi lain pula.

6. Kata Berulang (reduplikasi):

Dwilingga Salin Swara: mraka-mriki, cilik-melik, bulak-balik, ketar-ketir, dsb.

Dwilingga tansalin swara: aling-aling, mlayu-mlayu, kukur-kukur, dsb.

Dwipurwa:jejeritan, gegedoh, tetinggal, gegibrig, tetangga, dsb.

Reduplikasi Polimorfemis:gegelati, gegancangan, awur-awuran, dsb.

7.Kata majemuk: rare-ati, jejodog-timun, jangkrik-pekohan, picis-ewuan, dsb.

 

Secara struktural, “kata” pun dapat dikelompokkan dalam 4 kelompok kata: 1). kata benda (nomina); 2). kata kerja (verba); 3). Kata sifat (adjectiva); dan 4). Kata Tugas.

1. Kata Benda (Nomina); adalah nama dari semua benda dan segala yang dibendakan.

2.Kata Kerja (Verba): adalah semua kata yang menyatakan perbuatan atau laku atau segala pembentukan kata yang menghasilkan kata kerja.

3.Kata Keadaan (Adjectiva): adalah kata yang memberikan keterangan khusus tentang sesuatu yang dinyatakan oleh nomina dalam kalimat.

4.Kata Tugas, adalah semua jenis kata yang tidak termasuk dalam jenis kata sebelumnya, dimasukkan ke dalam Kata Tugas.©) (untuk lebih detil lagi, silahkan baca Tatabahasa Bahasa Jawa Banten).

 

Kamus kecil ini, memang disusun serba singkat; tapi dengan yang singkat ini, kita dapat melihat bahwa bahasa Jawa Banten ini pun sebenarnya layak mendapat perhatian sebagaimana harusnya.

Semoga Allah selalu menyertai kita semua. Amin.

 

Serang, Januari 2012

 

Penyusun

 

 

 

Katerangan:

(kb) kata benda

(kka) kata keadaan

(kk) kata kerja

(ktg) kata Tugas

(bbsn) bebasan

 

 

Dituliscontoh kata

/e/Banten, boten, wénten,

/é/édan, éling, bébék, énak

/?/end?, ap?, al?, meran?

/o/botol, tolol, boten

/ó/dóse, ór?, jeró, semónó

/i/mireng, bintang, milu

/?/m?r?ng, ng?num, d?m?n

‘…’arti dalam bahasa Indonesia


 

A*

ab? (kb), aba; ab?-ab?, aba-aba; abané, suara/khabar-nya. Apane lak? abané maning, ‘Kenapa tidak ada suaranya/ khabarnya lagi’.

abab (kb), bau mulut; gegudal (kb), kekotoran mulut.

abah (ktg), mam?,ayah; “Pajarak?n ning Mamé, kulane ayun ming Cilegon kerihin.” ‘Beritahu ke Ayah, sayanya mau ke Cilegon dulu’.

abang (kka), merah; “Sepedah? wéntene sing abang, ayun boten?” ‘Sepedahnya adanya yang merah, mau engga?’

abét (ktg), bekas; ab?t-ab?tan ‘bekasan’; ab?t-ab?tanané ‘bekasannya’; tetabetan ‘bekasan’

ambles (kk), melesek; dedalane ambles ‘jalannya melesak’.

abrit, abrit-abritan (kka), lari terbirit-birit; Ngedel?ng an? c?m?r? galak, dewéké melayu abrit-abritan. ‘Melihat ada anjing galak, dia lari terbirit-birit’.

abuh (kka), bengkak; sikilé abuh ‘kakinya bengkak’; abuh-abuhan ‘pura-pura bengkak’

acung (kk), menunjuk ke atas/ unjuk jari; ngacungaken tangan ‘mengacungkan tangan’

adang (kk), menunggu di tempat yang akan dilewati; ngadang, ngadangak?n, diadang ‘menghadang, menghadang-kan, dihadang’.

adang (kk), menanak nasi untuk kenduri; Gonah hajat meh, adang? or? cukup sepisan ‘Untuk kenduri sih, menanak nasinya tidak cukup sekali.’

adas (kb), nama buah tanaman yang dipakai untuk campuran jamu; bentuknya putih. adas pulosari.

adem (kka), dingin; Sekul wis adem meh or? énak. ‘Nasi sudah dingin sih kurang enak’; atis, (dingin); Subuh-subuh adus ning duhur gunung m?h atis, ‘Subuh-subuh mandi di atas gunung sih dingin’.

adep (kk), hadap; adepaken ‘hadapkan’; diadepaken ‘dihadapkan’; peadep-adep ‘berhadap-hadapan’; diadepi ‘dihadapi’.

adi (kb), adik; “Hadi, adine wis bis? melaku durung?” ‘Hadi, adiknyasudah bisa jalan belum?’

adil (kka), adil; “Nong, lamun kakang or? adil, tegor yah?” ‘Nong, kalau kakak tidak adil, tegor yah?’

adoh (kka), jauh; “Sir? m?h, tukang petis wis adoh tembeke nyeluk”. ‘Kamu sih, tukang rujak sudah jauh, baru dipanggil.’

adol (kk), jual; “Mang adol pété ataw? adol j?ring”, ‘Mang jual pete atau jual jengkol’.

adu (kk), adu; diadu, ‘diadu’, diadukaken ‘diadukan’, ngadu, ‘mengadu’, ngadu-ngadu ‘mengadu-adu’.

adus (kk), mandi; diadusi dimandikan, ngadusi memandikan, diadusak?n ‘dimandikan’.

agame (kb), agama; Gelati rabi m?h, gelati sing agamané kuat. ‘Cari isteri sih, cari yang agamanya kuat (solehah).’

ageng (kka), besar; Déwéké m?h, ore di ag?ng-agengak?n g?h wis ag?ng. ‘Dia sih, tidak dibesar-besarkan pun sudah besar.’

agul (kb), andalan; jagoan; “Ap? sih sing diagulaken kar? dewéké?” ‘Apa sih yang diandalkan oleh dia?’

aj? (kka), jangan; “Aj? liwat kono, akéh eri”. ‘Jangan lewat (jalan) itu, banyak duri.’

ajag (kb), anjing hutan;

ajak (kka), ajak; ngajak, diajak, diajaki, diajak-ajak, ngajak-ngajaki.

ajang (kb), wadah untuk makan; “Nong embilaken ajang gonah Abah”. ‘Nong ambilkan wadah (piring) untuk Ayah’.

ajar (kk), ajar, belajar; ajaran, ngajar ‘mengajar’, ngajaraken ‘mengajarkan’, diajari ‘diajari’.

ajeg (kka), berdiri tetap; “Endah kon ajeg meh, diganj?l bat? ?sor?.” ‘Biar (berdiri) tetap sih, diganjel bata bawahnya.’

aji (kb), nilai; harga; “Wong kuen lak? ajin?; wis tak tulung jéh nipu kit?”. ‘Orang itu tidak ada nilainya (ahlaknya), sudah ditolong tapi masih juga menipu saya.’

ajur (kka), hancur; diajuraken ‘dihancurkan’, ajuraken bae ‘hancurkan saja’, diajur-ajur seajur-ajure‘dilumatkan‘.

akas (kka), keras; “Wis tue geh tingkahe masih akas baé”. ‘Sudah tua juga, tingkahnya masih keras saja.’

alas (kb), hutan;

al? (kka), buruk, jelek; al?-al? ‘jelek-jelek’, diala-alakaken ‘dijelek-jelekkan’, dialani ‘dibuat jelek’

alem (kk), puji; dialem ‘dipuji’, dialem-alem ‘dipuji-puji’.

aleman (kka), manja; dialem-alem dadine aleman

alesan (kb), alasan;

aling-aling (kk), bersembunyi di balik; dialing-alingi ‘ditutup-tutupi supaya jangan terlihat.’

alis (kb), alis mata;

alok (kk), bersorak; menang alok kéléh toh ‘dapat pujian tapi terima rugi’

alu (kb), alat untuk numbuk; “Arep nutu pari meh, alu lan lesungi nane ning brimah.” ‘Mau numbuk padi sih, alu dan lesungnya ada di belakang rumah.’

alum (kka), layu; Kembang kuen lamun or? disebor banyu, alum, ‘Bunga itu kalau tidak disiram air akan layu.’

alun-alun (kb), lapangan di tengah kota;

alus (kka), halus; alusé ‘halusnya’, dialusaken ‘dihaluskan’, sealus-alusé ‘sehalus-halusnya’.

amb? (kka), lebar/luas; ambané ‘luasnya’, diambani ‘diperluas’, aj? amb?-amb? angobé ‘jangan lebar-lebar nguapnya.’

ambek (kka), sifat marah; gede ambeke ‘pemarah.’

ambekan (kk), bernafas; ambekanane aj? kenceng-kenceng, keri. ‘Bernafasnya jangan keras-keras, geli.’

ambèn (kb), bale-bale; “Pecilé sinten sing saré ning ambén niku.” ‘Anak siapa yang tidur di bale-bale itu.’

amblas (kk), lenyap seketika; “Wis amblas sekabeh kenang banjir.” ‘Sudah habis semuanya terkena banjir.’

ambrol (kk), runtuh; “Gegiline geh ambrol kegerus banyu.” ‘Tanggulnya pun runtuh tergerus air.’

ambruk (kk), tumbang/roboh;

ambu (kb), bau; “Ambune meh kay? panggang wedus.” ‘Baunya sih seperti panggang kambing’.

ambung (kk), cium; ngambung ‘mencium’, diambung ‘dicium’, keambung ‘dapat dicium’, ambung-ambungen ‘sepertinya mencium bau sesuatu’.

amis (kka), bau anyir; mambune amis ‘baunya anyir’

ampas (kb), ampas; daging kelape diparud iku ngarane ampas.

ancang-ancang (kb), persiapan, mengambil kuda-kuda;

anc? (kk), pelan; “Melaku mekonon meh ngarane dudu anc?, tapiné buyuk.”

ancer-ancer (kb), prakiraan, ancar-ancar;

ancur (kk), hancur; (lihat: ajur)

andap (ktg)(bbsn), bawah/rendah; “Kul? m?h ning andap saos, boten bangkit manek kelap?.” ‘Saya sih di bawah saja, tidak bisa naik (pohon) kelapa.’

andap-asor (kka), sifat mengalah/ sopan santun, tidak sombong.

and? (kb), tangga; rambute andan-andan, ‘rambutnya keriting’.

and?ng-and?ng (kb), tahi lalat; “Kuwen ning rerai, and?ng-and?ng t?h jerawat?” ‘Itu di muka, tahi lalat atau jerawat?’.

andik? (ktg), anda; kata ganti untuk orang kedua dalam bahasa pergaulan.

anèh (ktg),aneh.

angen-angen (kb), pemikiran/ingatan, angan-angan.

anget (kka), hangat; “Mumpung masih anget gegodohé, cepet dipangan.” ‘Mum-pung masih hangat pisang gorengnya, cepat dimakan.’

anggep (kk), anggap;

angg?r (ktg), tetap; “Semono wis disernéni g?h, angg?r bae kelakuané mekonon.” ‘Segitu sudah dimarahi juga, tetap saja kelakuannya begitu.’

anggon, enggon (kka), biasa dipakai

anggur (kb), 1. buah anggur; 2. lebih baik; “Tenimbang nonton kuwen meh, angguran turu.” ‘Daripada nonton itu sih, mendingan tidur.’

angin (kb), angin

angin-angin (kk), mencari udara segar; diangin-angin, ditempatkan di udara terbuka supaya terkena angin (biar cepat kering)

angker (kka), angker; sesuatu/ tempat yang dianggap mengerikan

angluh (kka), sesuatu yang dirasakan (sakit)

angon (kk), menggembala hewan ternak; “Angon kebo meh merane koh ning tegal ber?, aje ning kot?.”

angus (kb), angus; gosong

anjlok (kk), turun tiba-tiba

antem (kk), pukul/hantam

anteng (ktg), tenang

antuk (kk)(bbsn), dapat

antup (kb), sengat; diantup tawon ‘disengat tawon.’

anyang(kk), tawar (harga); “Mang harg? gedang? masing bisé dianyang or??” ‘Mang harga pisangnya masih bisa ditawar engga?’

anyang-anyangen (kka), merasa seperti ingin kencing.

anyar (kka), baru

anyeb (kka), dingin (tubuh atau bagian tubuh); “Badane anyeb mekénén or? gancang dikemuli.’ ‘Badan dingin begini tidak cepat diselimuti.’

apal (kka)), hafal

ap? (ktg), apa; apané ‘apanya’, ap? maning ‘apalagi’, ap? jéréh ‘bagaimana nanti’, apa-apaan ‘apa-apaan’.

apek (kka), bau tidak sedap yang berasal dari barang usang atau kamar yang lama tertutup

apem (kb), nama makanan dari tepung beras yang dikukus, makannya dicocol kinca.

apes (kk), sial

api-api (kk), pura-pura

apik (kka), jangan; “Apik lunge bengi kiyen, engko esuk bae.”

apu (kb), kapur sirih;

apus (kb), nama jenis bambu, biasanya digunakan untuk tali.

apus (kk), hapus

arah (kb), arah

arah-arah (kb), tempat lapang /padang

aran (kb), nama; “Sap? aran sir??” ‘Siapa nama kamu?’ Dalam bahasa bebasan digunakan kata: nami, kasih, atau wast?; “Sinten kasihé?” ‘Siapa namamu?’

arang (kka), jarang; arang-arangjarang-jarang’

arén (kb), enau

ar?ng (kb), arang

ar?p (ktg), hendak; perémén kekar?p sir? ba? ‘bagaimana kehendak kamu saja.’

ari (ktg), kalau; ari-aritali pusar’.

arit (kb), sabit

arus (kka), aliran air

arwah (kb), arwah

asah (kk), asah

asal (kb), asal

asat (kka), habis airnya (untuk sungai, danau, sumur, dsb.)

asem (kb), asam (buah)

asih (kb), kasih

asin (kka), asin

asmara(kb), asmara

asrep (kka), hambar (rasa makanan); “Jangané kurang uyah, asr?p.” ‘Sayurnya kurang garam, hambar.’

asri (kka), menyenangkan untuk dipandang

asung (kk)(bbsn), boleh; “Asung boten kule linggar seniki?” ‘Boleh tidak saya pergi sekarang?’ asung uning ‘memberi tahu’.

ati (kb), hati

ati-ati (kka), hati-hati; “Ati-ati aj? liwat dalan kuwen, jéréh m?h an? b?bongkongé.” ‘Hati-hati jangan melalui jalan itu, katanya sih ada hantunya.’

atis (kka), dingin (untuk hawa, udara); lihat adem.

atob (kk), bersendawa; “Lamun tas mangan duren, atob? aj? par?k wong, s?n?b.”

atos (kka), keras;

atur (kk), atur

aturi (kk)(bbsn), persilakan, undang;

etus (kk), supaya tidak lagi mengandung air

aub (kka), terlindung dari sinar matahari atau hujan; ngaub ‘melindungi diri dari hujan atau panas matahari.’

awan (kb), awan

awan (kka), siang; “Jéréh puas?, masih g?h awan wis nginum es.” ‘Katanya puasa, masih juga siang sudah minum es.’

awang, ngawang (kk), menghapal di luar kepala.

awang-awang (kb), langit bebas

awas (kka), tajam (pengelihatan); “Wis tu? g?h matan? m?h masih awas.” ‘Sudah tua juga matanya sih masih baik’ (jelas penglihatannya).

awas (kka), awas

awèh (kk), boleh, beri; “Aweh ore kite bebuang ning umah sir?. Ning umah kitané lak? banyu.” ‘Boleh tidak saya pakai wc kamu, di rumah saya lagi tidak ada air.’

“Ki?n p?wéwéh sing kit? gonah sir?.” ‘Ini pemberian (hadiah) dari saya untuk kamu.’

awèt (kka), tidak cepat rusak

awis (kka)(bbsn), mahal

awu (kb), abu

awur (kk), sebar

awut (kk), membuat berantakan

ayam (kb), ayam

ayem (kka), tentram (hati)

ayo (kka), ayo

ayom (kk), perlindungan

ayu (kka), cantik

ayun (ktg), akan, mau

 

B*

bab (kb), bab, hal, mengenai

babad (kb), cerita sejarah

babagan (kb), irisan kulit kayu

babak-bundhas (kka), babak-belur

babar (kk), bersalin

babat (kb), bagian dalam usus sapi

babat (kk), tebang (semua)

babit (kk), mengayunkan benda dengan menahan ujungnya

babon (kb), induk ayam

bacem (kk), peram; dimasak dengan bumbu tertentu

bacin (kka), bau bangkai

badé (kk), tebak

badeg (kka), bau busuk

bahu (kb), 100 m2

bahu (kb), bahu; pundak

bajang (kka), kerdil

bajing (kb), tupai

bakal (ktg), akan, akan menjadi; bakal ngewoh ‘akan berbuah’, bakal rabi ‘calon istri’, bebakalan ‘dikhawatirkan akan menjadi yang tidak diinginkan’.

bakal jangan (kb), sayuran

bakda (kka), setelah

bakul, wakul (kb), wadah terbuat dari bambu ntuk tempat beras

balang (kk), lempar;

balé (kb), musholla

bal? (kka), banyak sampah berserakan;

balèn (kk), kali (hitungan); pirang balen?

balik (kk), pulang

balung (kb), tulang

bandar (kb), agen besar, cukong

bandar (kb), pelabuhan

band? (kb), modal

band? (kk), mengikat kedua tangan ke belakang

bandul (kb), bandul

bangir (kka), hidung mancung

bangkèlan (kka), tidak mau kalah omong

bangku (kb), bangku

bangs? (kb), bangsa

bantal (kb), bantal

banting (kk), banting

banyak (kka), angsa

banyu (kb), air

bapang (kka), tiduran dengan terlentang

bap? (ktg), bapak/ayah

barang (kb), barang

barèd (kka), tergores

barep (kka), sulung

baris (kk), baris

barung (kka), tarung

bat? (kb), bata

bati (kb), keuntungan

batok (kb), tempurung kelapa

batuk (kb), dahi, kening

bawang (kb), bawang

bawang lanang (kb), bawang berumbi tunggal

bawèl (kka), nyinyir

bay? (kb), buaya

bayar (kk), bayar

bayem (kb), bayam

bayi (kb), bayi

bebancik (kb), alas yang diinjak untuk mengambil sesuatu

bebasan (kb), bahasa halus

bebatang (kb), bangkai

bèbèk (kb), itik

bebungah (kb), hadiah

bebuwang (kk), berhajat besar

becik (kka), baik

becus (kka), mampu

bedah (kka), buka paksa

béd? (kka), berbeda

bedinggas (kka), , sifat giat kerja, tidak bisa diam

begundal (kb), kaki-tangan (penjahat)

bejat (kka), rusak

bekasakan (kb), hantu hutan

beksi (kb), kuda-kuda (silat)

belang (kka), belang

bèlèk (kb), kotoran mata

belèk (kk), iris sepanjang garis tengah

belik (kb), sumber air

beling (kb), kaca

bend? (kb), nama pohon

bendé (kb), gong kecil

bendo (kb), kopiah orang jawa

bendu (kb), benci

bener (kka), benar

bengep (kka), sembab

bengi (kb), malam

b?ngkok (kb), tanah yang hak garapnya diberikan kepada lurah sebagai bagian dari fasilitas jabatan

béngkok (kka), bengkok

bening (kka), jernih

benjut (kka), luka karena hantaman di kepala

bèrèng (kb), luka di pangkal paha

bèsèr (kka), sering kencing

besèt (kka), sayat

betah (kka), betah

beton (kb), biji nangka

blanak (kb), jenis ikan

blarak (kb), daun kelapa kering

bl?dèh (kk), terbuka kancingnya (untuk baju)

bl?s?k (kk), membenamkan ke dalam tumpukan

blirik (kka), berbintik kecil (mis. panci, ayam)

blondo (kb), endapan yang dihasilkan dalam pembuatan minyak kelapa

blorok (kka), bulunya berbintik hitam putih (untuk ayam betina)

bluluk (kb), buah kelapa yang masih sebesar telur

bocah (kb), anak kecil

bodo (kka), bodoh

bodong (kka), pusar yang menonjol keluar

bokor (kb), mangkuk besar

bolong (kka), berlubang

borok (kb), luka lama

boyong (kk), pindah

brangasan (kka), mudah marah

bréwok (kb), bercambang

brindil (kka), bulu habis karena dicabuti

brodol (kka), terlepas ikatannya

brojol (kk), keluar dari bungkusan

brongkos (kb), membungkus (buah-buahan di pohon)

brudul (kk), keluar beramai-ramai/ berbarengan

brutu (kb), tunggir ayam

bubar (kka), bubar; selesai

bubur (kb), bubur

bubut (kk), membubut

budeg (kka), tuli

bulak (kb), daerah terbuka/ padang

bumbu (kb), bumbu; rempah-rempah

bumbung (kb), tempat terbuat dari bambu, biasanya untuk tempat jangkrik aduan.

bundas (kka), lecet besar (cedera)

bundel (kka), ujungnya membulat

bunder (kka), bundar

bung, rebung (kb), rebung bambu

bungah (kka), gembira

bungkem (kk), diam; tidak mau mengatakan apa-apa

bungkil (kb), ampas minyak kacang

bungkuk (kka), bongkok

bungkus (kb), bungkus

bungur (kb), nama tanaman

buntel (kk), bungkus

buntet (kka), buntu; tidak berongga

buntil (kb), masakan terbuat dari kelapa muda, ikan teri dan daun keladi sebagai pembungkus

buntu (kka), buntu

buntung (kka), hilang/patah bagian ujungnya

bureng (kka), tidak jelas terlihat

buri (kka), belakang

burik (kka), bopeng

buru (kk), kejar

buruh (kb), pekerja untuk orang lain

butak (kka), botak

buwang (kk), buang

buyut (kb), cicit

buyuten (kka), bagian tubuhnya bergerak-gerak tidak terkendali karena ketuaan

 

C*

cabé (kb), cabai

cabut (kk), cabut

cacat (kka), cacat

cadél (kka), cadel; tidak bisa mengucapkan bunyi tertentu dengan benar

cadong (kk), meminta dengan menadahkan tangan

cagak (kb), tongkat/penyangga

cakra (kb), senjata dalam pewayangan; berbentuk lingkaran

campur (kk), campur, bersenggama

cangkem (kb), mulut

cangking (kk), jinjing

cangkir (kb), cangkir

cangklek (kk), menyandang di bahu (mis. tas)

cangklong (kb), pipa

cantèl (kb), menempel erat

canteng (kb), radang di jari, umumnya di ibu jari kaki akibat tertusuk kuku

canting (kb), alat untuk membatik

canting (kb), alat takaran kecil untuk minyak kelapa

cantol (kk), cantol

caping (kb), topi petani, bentuknya bulat berujung runcing

caplok (kk), memasukkan semua ke dalam mulut

carang (kb), ranting

car? (kb), cara

catèk (kk), digigit (ular)

catet (kk), catat

cawet, cangcut (kb), celana dalam pria

cawuk (kk), mengambil dengan cara menyendokkan tangan

cecek (kb), cicak

cecempung (kb), sejenis makanan dari pisang yang digoreng

cegat (kk), hadang

cekak (kka), tidak mencukupi; ukurannya tidak memadai;

cekakakan (kk), tertawa-tawa dengan keras

cekel (kk), pegang

cékér, nyékér (kb), kaki yang tidak pakai alas kaki

cèkèr (kb), kaki unggas

cekikikan (kk), tertawa-tawa dengan suara kecil tertahan-tahan.

celak (kb), penegas garis tepi mata

celak? (kka), celaka

celuk (kk), panggil

cemplang (kka), tidak sedap/ kurang pas (mis. nada, rasa)

cemplung (kk), masuk (dalam cairan)

cendek, cindek (kka), pendek

cengkir (kb), buah kelapa yang masih sebesar kepalan, belum berdaging buah

céntong (kb), sendok nasi

cepak (kka), potongan rambut pendek bagian atas datar

ceplak (kka), bunyi ketika makan

cepot (kk), senggama

cepuk (kb), wadah kecil, biasanya untuk menyimpan perhiasan

cèrèt (kb), cerek

cerios (kb)(bbsn), ucapan, cerita

cerite (kb), cerita

ceriwis (kka), banyak bicara

cétèk (kk), dangkal

cetot (kk), cubit besar

cicil (kk), angsur

cicip (kk), merasai

cilik (kka), kecil

clutak (kka), suka mencuri makanan (kucing)

codet (kk), luka di muka memanjang

cokor (kb), kaki (kasar)

cokot (kk), gigit

colok (kk), menusuk mata

colong (kk), curi

congor (kb), hidung binatang berkaki empat

contrèng (kb), coret silang

coplok (kka), tanggal

copot (kb), tanggal/cabut

coro, cecoro (kb), kecoa

cucuk (kb), paruh

cukin, handuk tipis

culik (kk), culik

culun (kka), sifat kebodoh-bodohan

cundrik (kb), keris kecil

cungkup (kb), atap makam

cupar (kka), curang

cupet (kka), terbatas

cupu (kb), wadah kecil, biasanya untuk menyimpan perhiasan

curut, cecurut (kb), tikus bermoncong runcing

cutik (kb), mengambil tanah sedikit dengan tongkat

cuwil (kk), mengambil sebagian kecil

D*

dadak (kka), tiba-tiba

dadakan (kka), tanpa rencana

dadar (kb), makanan/ telor digoreng melebar tipis

dad? (kb), dada

dadèn-dadèn (kka), jadi-jadian

dadi (kka), jadi

dados (kka)(bbsn), jadi

dadung (kb), tali besar, biasanya untuk mengikat benda besar dan berat.

dagang (kk), berdagang

dalan, dedalan (kb), jalan

dalang (kb), dalang

dalu (kka), larut malam

damar (kb), pelita

dami (kb), batang padi yang berongga

damu (kk), tiup

dandan (kk), bersolek/ merias diri

dandan-dandan (kk), memperbaiki bangunan (rumah dsb.)

dandang (kb), alat untuk mengukus nasi

dangkak (kka), terlentang, tangan dan kaki terbuka

dar? (kb), burung dara

dar?, dedar? (kka), betina muda (untuk ayam)

darès (kb), burung sejenis elang

daw? (kka), panjang

day? (kb), daya, kekuatan

dédé (kka)(bbsn), bukan

dédék (kk)(bbsn), duduk

dèdèl (kk), melepas jahitannya

d?d?l (kka), lari kencang

deluwang (kb), kertas

demek (kk), pegang

demen (kk), suka

dempel (ktg), untaian dalam setangkai (untuk buah)

dèmpèt (kka), melekat/rapat

dèndèng (kb), daging dikeringkan dengan bumbu tertentu.

dengkul (kb), lutut

derebé (kk)(bbsn), milik, mempunyai

dés? (kb), desa

déwék (kka), sendiri; sendirian

didis (kk), mencari kutu rambut

dingklang (kka), pincang

dingklik (kb), bangku kecil

dipit (kka), terlebih dulu

doa (kb), doa

dodos (kk), melubangi dari bawah

dolanan (kb),bermain, mainan, permainan

dongdong (kb), nama buah

dongkol (kka), perasaan hati tidak senang

dos? (kb), dosa

doyong (kka), miring

dubang (kb), ludah merah/ ludah orang yang makan sirih

dud? (kb), duda

dudu (kka), bukan

duduh (kb), kuah

dugan (kb), kelapa muda

duhur (kka), tinggi

dulit (kk), colek

dulur (kb), saudara

dupak (kk), tendang menggunakan tumit

duren(kb), durian

durung (kka), belum

duwé (kka), punya

duwit (kb), uang

 

E*

édan (kka), gila

eden(kk), mengejan

elar (kb), bulu unggas

éling (kk), ingat, sadar

élok (kka), pernah

eluk (kk), tekuk

éman (kk), sayang kalau hilang atau rusak

embah (kb), nenek/kakek

embuh (kka), entah

empuk (kka), lembut

emut (kk), kulum

émut (kk)(bbsn), ingat

énak (kka), enak

èncèr (kka), cair

enda (kk), minta

endah (ktg), agar, supaya, biar

endas (kb), kepala binatang

endi (ktg), mana

endog (kb), telur

enek (kka), mual

enem (ktg), enam

?nèm (kka)(bbsn), muda

énggal (kk), berenang

engge (kk)(bbsn), pakai

enggo (kk), pakai

enggon (kb), tempat yang dipakai

enom (kka), muda

entas (kk), angkat, ambil

enték (kka), habis

éntén (kk), tunggu

entén-entén (kb), kelapa diparut dimasak dengan gula merah, untuk isi kue bugis

énténg (kka), ringan

entut (kb), kentut

epang (kb), dahan

eri (kb), duri

esuk (kka), pagi

F*

faedah (ktg), guna

famili (kka), keluarga

fanatik (kka), taat pada keyakinannya

fardu (kka), fardhu

fitnah (kka), fitnah, tuduhan tidak berdasar

fitrah (kka), sesuai dengan asal kejadiannya sebagai manusia

 

G*

gabah (kb), padi yang telah terlepas dari tangkainya

gabug (kka), butir padi yang tidak berisi

gada (kb), gada; senjata pemukul

gagah (kka), gagah

gagak (kb), burung pemakan bangkai

gagang (kb), tangkai

gagas (kk), pikir

gagasan (kb), pemikiran

gagi, agi (kka), cepat

gajah (kb), gajah

gajih (kb), lemak jenuh

galak (kka), galak

galengan (kb), jalur pembatas petak sawah

galih (kb), bagian dalam batang pohon keras

gambar (kb), gambar

gambir (kb), buah pinang yang sudah diolah

gamelan (kb), alat musik jawa

gampang (kka), mudah

gampil (kka)(bbsn), gampang

gancang (kka), cepat

gandeng (kka), gandeng

gandul (kka), tergantung

ganjar (kk), ganjar

ganjaran (kb), hadiah

ganjil (kka), ganjil

gantar (kb), galah

gantung (kk), gantung

gaplak, gaplok (kk), memukul kepala dengan tangan terbuka

gaplek (kb), singkong yang dikeringkan

garan (ktg), maka

garing (kka), kering

garu (kb), alat penggaruk tanah

garuda (kb), garuda, nama burung dalam mitos jawa

gatel (kka), gatal

gegawan (kb); gaw?an, bawaan

gawat (kka), gawat

gawé (kk), buat

gaw? (kk), bawa

gebug (kk), memukul badan dengan benda keras

gedang (kb), pisang

gedé (kka), besar

gegedug (kb), pimpinan (penjahat)

geger (kb), punggung

gègèr (kka), riuh

gelang (kb), gelang

gelar (kk), bentang (tikar)

gelas (kb), gelas

gelati (kk), mencari

gelem (kk), mau

gelis (kka), cepat

gémblok (kka), menempel di punggung

gemblung (kka), tidak normal pikirannya

gembok (kb), gembok

gembor (kk), berteriak keras

gémék (kka), barusan

gemeletek (kka), anak yang tidak mau diam tangannya

gemes (kk), gemas

gemlundung (kk), bergelundungan

gemrudug (kka), pergi/datangnya dalam jumlah besar

gemuk (kb), pelumas

gendeng (kka), gila

géndol (kka), bergantung pada sesuatu

geni (kb), api

gènjèr (kb), nama tanaman sayurn di sawah

genjot (kk), genjot

gentèng (kka), genteng

genting (kka), tanda bekas lilitan keras

gentong (kb), tempayan

gèpèng (kka), pipih

geragapan (kka), terjaga dari tidur secara tiba-tiba, gugup

gerah? (kb), gerhana

gering (kka), sakit

gèsèk (kb), ikan asin

ges?ng, gosong (kka), hangus terbakar

getak (kk), hardik

getap (kka), cepat bertindak/bereaksi

getas (kka), mudah patah

gètèk (kb), rakit dari bambu

getih (kb), darah

getir (kka), rasa antara pahit menusuk

getuk (kb), singkong rebus ditumbuk pakai ampas

getun (kka), menyesal

gil? (kka), jijik

gilig (kka), tidak pipih

giris (kka), ngeri

gelatik (kb), burung gelatik

glétak (kka), terkapar di bawah

glinding (kk), menggelinding; bergulir

gludug, gledeg (kb), guruh

glundung (kk), menggelinding; terguling

gobang (kb), uang logam

godog (kb), obor

godog (kk), rebus

godong (kb), daun

gondal-gandul (kka), berayun-ayun (untuk benda yang tergantung)

gondelan (kb), sesuatu yang menempel dan terbawa

gondok,gondong (kb), bengkak pada kelenjar di leher

gondol (kk), bawa lari

gopok (kka), rapuh dimakan usia (untuk kayu)

gotong (kk), angkat

grabah (kb), perlengkapan rumah dari tanah liat

growong (kka), berlubang besar

grudug (kk), pergi/ datang dalam jumlah besar

gudal (kb), kotoran gigi

gudeg (kb), masakan terbuat dari nangka muda

gudig (kb), kudis

gugah (kk)(bbsn), bangunkan dari tidur

gugur (kk), mati di medan perang

guling (kb), batal panjang

gulu (kb), leher

gulung (kk), gulung

gumuk (kb), bukit kecil, batu besar di sungai

gundul (kka), tidak berambut

gusah (kk), halau

guwa (kb), gua

guyon (kk), gurau

guyub (kka), rukun damai

 

H*

hagum (kka), kagum

hajat (kk), kenduri

haji (kk), ibadah haji

halal (kka), halal, dibolehkan

halang (kka), hambatan

ham? (kb), hama

hampura (kb), maaf

haram (kka), sangat dilarang

hasil (kka), hasil, pendapatan

hasud (kka), rasa dengki

hasut (kk), hasut, menghasut

haw?k (kka), rakus

hayo (kka), hayo

hebat (kka), hebat

heran (kka), heran

 

I*

ibu (kb), ibu

icip (kk), mencoba masakan yang sedang dimasak

idep (kb), bulu mata

idep-idep (ktg), hitung-hitung

ider (kk), berkeliling

iduh (kb), ludah

idzin (kb), izin

iga (kb), tulang belikat

ijir (kk), berhitung

ijo (kka), hijau

iket (kb), ikat kepala

iki (ktg), ini

iku (ktg), itu

ilat (kb), , lidah

iler (kb), air liur

ilok (ktg), kadang

imbu (kk), peram

imbuh (kk), tambah; bonus

iming-iming (kb), hadiah yang dijanjikan

impèn (kb), mimpi; impian

ing (ktg),di

ingon-ingon (kb), hewan peliharaan

ingu (kk), memelihara (hewan)

inuman (kb), minuman

iplik (kka), berjalan kaki

ireng (kka), hitam

irig (kb), alat dapur terbuat dari bambu untuk cuci sayur

iring (kk), iring

iringan (kka), samping

isin) (kka), malu

isun (ktg), saya

iwak (kb), ikan

 

J*

jabang (kb), bayi

jabel (kk), cabut paksa

jaé (kb), jahe

jagad (kb), dunia

jagal (kb), tukang potong hewan ternak

jag? (kk), jaga

jahil (kka), jahil

jajah (kk), menguasai wilayah negara lain

jajal (kk), coba

jajan (kk), membeli makanan ringan

jalak (kb), nama burung

jalaran (kb), penyebab

jale (kb), jala

jalu (kb), taji

jaluk (kk), minta

jaman (kb), jaman

jambak (kk), tarik rambut

jebug (kb), buah pinang

jambul (kb), jambul

jampe (kb), mantra

jamu (kb), obat tradisional jawa

jangan (kb), sayur

janggut (kb), dagu

jangkar (kk), jangkar perahu

jaran (kb), kuda

jarem (kka), luka yang dalam/bengkak

jarit (kb), kain panjang, kain perca

jawil (kk), senggol sengaja

jejak? (kka), jejaka

jejeg (kka), tegak

jejek (kk), tendang dari atas

jèjèr (kka), bersanding, bersebelahan

jèmbrèng (kk), buka lebar (untuk kain, kertas, dsb.)

jembut (kb), rambut kemaluan

jempalik (kk), terguling ke arah berlawanan

jempol (kb), ibu jari

jenaté (kka), almarhum

jèngkèl (kb), jengkel

jengking (kk), nungging

jentik (kb), kelingking

jepit (kk), jepit

jeplak (kk), membuka dengan cepat

jéréh (kk), katanya

jeriji (kb), jari

jering (kb), jengkol

jerit (kk), jerit

jero (kka), dalam

jeroan (kb), isi perut

jeruk (kb), jeruk

jèwèr (kk), tarik telinga

jibul (kb), semacam bisul di telapak kaki

jimat (kb), jimat

jirih, pejirih (kka), penakut

jitok (kb), belakang leher/ tengkuk

jiw? (kb), jiwa

jiwit (kk), cubit

jodo (kb), jodoh

jojoh (kk), ditusuk dengan benda panjang berkali-kali

jomplang (kka), tidak setimbang

jorog (kk), dorong sampai jatuh

jorok (kka), tidak bersih, jorok

jringjingen (kka), takut melakukan sesuatu karena jijik

juadah (kb), kuweh

jugjug (kk), langsung menuju, didatangi

jujul (kb), badan lebih tinggi dari sesuatu

jujur (kka), jujur

jumadil-akhir (kb), nama bulan dalam penanggalan jawa

jumadil-awal (kb), nama bulan dalam penanggalan jawa

jumawa (kka), angkuh

jumpalitan (kk), berguling-guling (koprol)

juput (kk), ambil

juragan (kb), majikan

jut? (ktg), juta

 

K*

kabeh, semua

kacung (kb), pelayan

kadingaren (ktg), tumben

kadipaten (k, kadipaten

kadohan, kejauhan

kampék (kb), bantal

kampleng, pukul di kepala dengan tangan terbuka

kampul, mengambang

kampung, kampung

kana, sana

kandang, kandang

kapok (kka), tidak mau mengulangi

kapuk, kapuk

kapas (kb), kapas

kasep, tampan

kasih (kb)(bbsn), nama

kasur, kasur

kawat, kawat

keadem?n, kedinginan

keakehan, kebanyakan

kebek, penuh

kecik, biji sawo

keduman (kka), kebagian

kelambi (kb), pakaian

kelap?, kelapa

kelebu, tenggelam

kel?g, tetelan

kelelep (kk), tenggelam

kelilip, kelilipan

kemayu, genit ( perempuan)

kembang, bunga

kembar, kembar

kembung, kembung

k?mu, kumur

kena, kena

kenceng, banter

kendi, kendi

kendil, periuk nasi dari tanah

kendo, longgar/kurang kuat/rapat

kene, sini

kentongan, kentongan

kepingkel, terbahak

keplok, tepuk tangan

kardus, kardus

kérék, kerek

keri, geli

kerngulu, bantal

keselak, tersedak

ketewel (kb), nangka muda

ketotok, jitak

kisruh, kisruh

kiwé, kiri

klenting (kb), tempayan kecil

klimèn, kelemén (ktg),kenapa

kobong (kk), terbakar

kocak (kka), kocak

kodok (kb), katak

kol?k (kb), kolak

konangan (kka), ketahuan

kondang (kka), terkenal

Kopong (kka), tidak ada isinya, kosong

kosok (kk),gosok

kotak (kb), kotak

krakal (kb), kerikil besar; tidak lebih besar dari ujung jari.

kramas, keramas; mandi dengan membasahi seluruh tubuh dan mencuci rambut.

kramat, keramat; sesuatu yang dianggap sakral

kucing, kucing

kudu, harus;

kudung, kerudung; yang dipakai kaum wanita untuk menutupi kepala, dan dililitkan di leher.

kulit, kulit

kumat, kambuh; kambuh dari penyakit yang pernah diderita, atau kambuh perangainya yang jelek.

kumbili (kb), sejenis ubi jalar, berumbi kecil-kecil; biasanya dimakan setelah direbus.

kun?, kuno

kur?, kura-kura

kuwat, kuat

kuwen, itu

 

L*

labuh, berlabuh

laku, perjalanan hidup/cobaan yang harus dilalui

lalen, pelupa/gampang lupa

laler, lalat

lali, kelalen, lupa

lambe, bibir

lamuk, nyamuk

lamur, kabur (pandangan)

lanang, laki-laki

lande, belanda/orang barat

landep, tajam

lapangan, tanah lapangan/lapangan sepak bola

lare, sakit

laris, laris

latar, halaman

lawe, kelelawar

lelakon, cerita hidup

lemah, tanah

lemes, lemas

lempung, tanah liat

lemu, gemuk

lenge, minyak kelapa

lim?, lima

lindu, gempa bumi

linggih, duduk

linggih, duduk

lintang, bintang

liyan, lain

liyane, yang lain

lobok, kebesaran/kegedean

loji, rumah besar bertingkat

loman, murah hati/dermawan

lor, utara

loro, dua

luber, meluber

lubèr (kka), meluap (air)

lumrah, wajar

lung?, pergi

lurah, lurah

luwih, lebih

 

M*

mabok (kka), mabuk

mabur (kk), terbang

mac? (kk), membaca

macet (kka), macet

macul (kk), mencangkul

madani (kk), mencela, mengatai

majar (kk), memberi tahu

mal?r (kka) (bbsn), masih

mambu (kka), bau

mambu (kka), bau

mame (kb), ayah

mancing (kk), memancing

manék (kk), naik

mangan (kk), makan

manggang (kk), memanggang

manggar (kb), tangkai bunga kelapa

mangs? (ktg), sewaktu

manjing (kk), masuk

mantuk (kk) (bbsn), pulang

marani (kk), mendatangi

mar?k (kk), mendekati

margi (ktg)(bbsn), karena

maring (ktg), ke, kepada (maring disingkat ming)

masang (kk), masang

m?dal (kk), keluar

m?dam?l (kk), bekerja

medok (kka), riasan (mukanya) tebal

meléng (kka), lengah

meletik (kk/kkd), loncat, terpental (untuk benda kecil).

m?miti (kk), memulai

méngkol (kk), belok

merém (kk), memejamkan mata

métongkrong (kka), berjongkok

metu (kk), keluar

méwék (kk), menangis

mider, muter (kk), memutar

mlobos (kk), masuk melalui celah atau kolong

mlotot (kka), membeliak; besar (untuk mata)

mojok (kk), duduk di pojok

mulang (kk)(bbsn), kembali, pulang

mules (kka), sakit perut

mulét (kk), memutar badan (karena rasa pegal)

muluk, memuluk (kk), menyuap (makanan), sarapan.

mumpung (kka), selagi

muncrat (kk), air keluar keras

mundun (kk), turun

muni (kb), bunyi, suara

musuh (kb), musuh

muter (kk), memutar

 

N*

nabuh (kk), menabuh (alat musik)

najan (ktg), walau

nakal (kka), nakal

nak?r (kk), menakar (beras, dll.)

nakoni (kk), bertanya

nambut (kk)(bbsn), pinjam

nami (kb), nama

nampi (kk) (bbsn), menerima

nandak (kk), menari

nandur (kk), menanam

nanging (ktg) (bbsn), tetapi

nanjak (kka), menanjak

nape (ktg)(bbsn), apa

napéni (kk), membersihkan beras dari kekotor

napik (kka)(bbsn), jangan

nasehat (kk), nasehat

nawis (kk) (bbsn), menawar

nebahi (kk), merapikan tempat tidur

nebang (kk), menebang

n?kani (kk), mendatangi

nemah (kka), pasrah menerima

némpél (kka), menempel

nénggék (kk), kepala miring

nerajang (kk), menabrak

n?t?s (kk), menetas

nétés (kk), menetes

ngaji (kk), membaca al-qur’an

ngalingi (kk), menghalangi

ngelih (kka), lapar

ng?lu (kka), pusing kepala

ngewulang (kk)(bbsn), mengajar

nimpal (kk), memindahkan kotoran.

nong (ktg), sebutan sayang kepada anak/ dianggap anak

nyekék (kk), mencekik

nyusul (kk), menyusul

O*

obah (kk), bergerak

obeng (kb), alat untuk mengencangkan baut

obok-obok (kk), aduk-aduk menggunakan tangan

obong (kk), bakar

obor (kb), obor

obral (kk), mengobral (barang)

obrol (kk), mengobrol

oceh (kk), cakap

oceh (kk), omongan

odol (kb), pasta gigi

ogah (kka), goyang (untuk gigi)

ojol (kk), tukar

oles (kk), melumurkan sesuatu

ombak (kb), ombak

omong (kk), cakap

ompol (kb), air kencing yang dikeluarkan dalam tidur

ompong (kka), ompong

opak (kb), nama makanan dibuat dari tepung beras, dibumbui lalu dipanggang.

opén (kka), peduli kepada sesuatu

opor (kb), jenis masakan untuk memasak daging atau ikan.

orak-arik (kb), masakan dari telur

orat-arit (kk), berantakan

or? (kka), tidak

or?g (kka), bergetar karena sesuatu

orég-orég (kb), jenis makanan

osok (ktg), pernah

otot (kb), urat/otot

owah (kka), gila

oyod (kb), akar

oyok (kk), didahului (dalam lomba)

oyong (kb), nama sejenis tanaman meram-bat, buahnya biasa dibuat sayur.

oyos (kk), mengerjakan sawah dengan mencabuti tanaman hama

 

P*

pad? (ktg), sama

pad?t (kk), , padat

paido (kk), , mencela, menyalahkan

pajang (kk), , hias

paks? (kk), paksa

pal?ng (kka), sait kepala

pancal (kk), injak

pancen (kb), pajak tanah

panék (kk), panjat

panjang (kb), pajang mulud, makanan/bahan makanan yang dihias, dikumpulkan di suatu tempat untuk dibagikan dalam peringatan maulud nabi.

panjing, manjing (kk), masuk

pant?s (kka), pantas

pari (kb), padi

pawon (kb), dapur

payu (kka), laku

p?c?kit (kb), jangkrik kecil untuk makanan burung

p?cil (kb) (bbsn), anak

pedaringan (kb), tempat bumbu di dapur

ped? (kb), ikan yang diawetkan dengan fermentasi dan diasin

ped?s (kka), pedas

peg? (kka), pandangan terhalang karena banyak asap.

pel?pah (kb), tangkai daun

peléséd (kka), peleset

pelit, kikir

penc? (kb), pencak silat

pencok (kb), makanan dibuat dari kacang hijau digoreng

p?nd?m (kk), timbun

péngén (kk), pengen

pengidon (kb), tempat ludah sirih

p?ngker (kka) (bbsn), belakang

p?padon (kk), bertengkar

pépés (kk), pepes

p?pikang (kb), selangkangan

peragat (kka), selesai

perkawis (kk) (bbsn), perkara

piring (kb), piring

plintir (kk), pelintir

pocong (kb), ikatan padi, sesuatu yang dibungkus dan diikat atas dan bawahnya.

porong (kka), muka terkena jelaga

prig?l, (kka), cantik, sesuai

pring (kb), bambu

 

R*

rabeg (kb), gulai kambing

rabi (kb), isteri

rabun (kka), penyakit mata

rafek (kka), berhubungan baik, tidak berkelahi

rag?m (kka), bersama

ragi (kb), ragi

rahul (kka), bohong

rai, rerai (kb), muka

rajungan (kb), sejenis kepiting di laut

raksé, ngeraks?, (kk), menjaga (diri)

ramp?d (kk), rampas

rampog (kk), rampok

randu (kb), pohon kapuk

rangd? (kkd, janda

rangkak (kk), merangkak

rangk?p (kk), rangkap

rangkul (kk), peluk

ranjang (kb), ranjang

rap?t (kka), tanpa celah-celah

rawuh (kk), datang

régél (kk), jatuh

r?j?ng (kk), dipaksa melakukan sesuatu yang tidak diingini.

réndéng (kka), berdampingan

reyod (kka), sudah tidak tegak

rigél (kk), jatuh

ringas (kka), bertindak liar karena takut

ringk?l (kka), tubuh meringkuk

ringkes (kk), ringkas, disingkat

ringsek (kka), ringsek

rinjing (kb), tempat membawa sesuatu terbuat dari kain yang dijahit seperti tas.

rob (kka), air laut pasang

roboh (kk), roboh

rombéng (kka), sobek, rusak (kain/baju)

rompal, rompang (kka), golok atau pisau rompal karena terkena paku.

rubung (kk), merubung, mengerumuni

rug?l (kka) (bbsn), rugi

rujak (kb), rujak

rujuk (kk), rujuk

rukun (kka), rukun, tenteram

rumab (kka), sakit demam

rumangs? (kka), sudah merasa keadaan dirinya

rusuh (kka), keadaan rusuh

 

S*

saban (ktg), tiap, setiap

sabet (kk), sabet, lecut

sabin (kb), sawah

sabrang (kk), menyeberang

sabun (kb), sabun

sad? (kb), lidi

sado (kb), kereta kuda, dokar

sagon (kb), makanan terbuat dari tepung beras ketan, parutan kelapa, gula disangrai atau dioven.

sakar (kb), gula sakar = gula pasir

sambat, sesambat (kk), minta tolong

samb?l (kb), sambel

sambléh (kb), kerah baju

sambut (kk), pinjam

sami (ktg) (bbsn), sama

samp?r (kk), jemput

sampil (kb), paha (kerbau, kambing)

sampun (ktg) (bbsn), sudah

sangit (kka), bau hangus

sangkrah (kb), sampah

santri (kb), pelajar di pesantren

sare (kk) (bbsn), tidur

sar?ng (kk) (bbsn), bersama-sama

sarug (kk), kaki digeserkan dengan tanah

sato (kb), binatang

sawah (kb), sawah

sawan (kka), keadaan takut karena melihat yang dianggap menyeramkan

sawang (kb), sarang laba-laba

sawér (kk), uang yang ditebarkan untuk diperebutkan.

sedant?n (kka) (bbsn), semua

sedél? (kka), sebentar

se?mit, se?mil, setitik (kka), sedikit

segare (kb), lautan

selentik (kk), disentil telinganya

seliyane (ktg), salainnya

selulup (kk), menyelam

s?mang (kka), perasaan khawatir yang berlebihan akan kerugian menimpa dirinya

sembahyang (kk), sholat

s?m?n?, semono (kka), sebegitu

sem?ngké, s?mongko (kka) (bbsn), sebegitu

seplék (kka), dahan patah

seprong (kb), 1. alat untuk meniup agar api di tungku jangan padam; 2. kaca penutup api pada cempor supaya jangan padam.

sesudun (kb), bisul

shalat (kk), shalat

sikil (kb), kaki

silih (kk), pinjam

sindet (kka), ikat

siram (kk)(bbsn), mandi

slumbat (kb), alat mengupas kulit kelapa

slumud (kk), disulut api

sosoh (kk), membersihkan beras dengan cara ditumbuk.

sudun (kb), bisul

sumbat (kka), untung besar

sumbrah (kka), segar sehabis makan rujak

supados (ktg)(bbsn), agar, supaya

susuh (kb), sarang burung

 

T*

tab?t (kka), bekas

tabok (kk), tampar

tabuh (kk), tabuh, menabuh

tajug (kb), gubug untuk ronda

takabur (kka), sombong

takén (kk), bertanya

tak?r (kk), menakar

takon (kk), tanya; nakon ‘menanya’, nakoni ‘menanyai’, ditakoni ‘ditanyai’, nakonaken ‘menanyakan’, tetakon ‘bertanya’, tetakon-takon ‘bertanya-tanya’.

tambah (kk), tambah

tamb? (kb), obat

tampah (kb), nyiru

tampar (kb), tali, tambang

tamp?k (kb), sejenis penyakit anak

tampel (kk), tepis, nampel ‘menepis’, ditampel ‘ditepis’.

tampi (kk) (bbsn), terima, nampi ‘menerima’, ditampi ‘diterima’.

tampolane (ktg), kadang-kadang

tamu (kb/kk), ‘tamu’, namu ‘bertamu’, ketetamuan ‘kedatangan tamu’, nenamu ‘bertamu’.

tandur (kk), tanam, nandur ‘menanam’, tanduraken ‘menanamkan’, ditan-duraken ‘ditanamkan’.

tangan, lengan

tangeh (kkd), jauh, lama

tanggap, ditanggap (kk), panggil, dipanggil

tangi (kk), bangun

tangkis (kk), tangkis

tangs?l (kk), ganjal

tangtang (kk), tangtang, ditangtang ‘ditangtang’, nantang ‘menantang’.

tangting (kk), jingjing, ditangting ‘dijingjing’.

tanjak (kk), mengarah ke atas, tanjakan ‘jalan yang menanjak’, nanjak ‘menanjak’, nanjakaken ‘menanjak-kan’.

tatag (kkd), cepat datang, ketatagen ‘terlalu cepat datang’, aj? tatag-tatag ‘jangan datang cepat-cepat’.

tatal (kb), kayu kecil bekas diketam

tatu (kka), tersayat benda tajam

tawar (kkd), tidak asin, tidak manis.

tawis (kk)(bbsn), tawar (harga)

tedeng (kt), aling-aling; nédéngi ‘meng-aling-alingi’

tegal (kb), kebun

tegér (kk), memancing dengan tanpa ditunggui.

teger (kkd), suka, pantas, bagus; negeraken ‘menyenangkan’

tekang (kk), datang;

tek? (ktg), tiba

tekor (kkd), rugi, susut, kurang

telajon (kkd), ketelajon ‘keterusan’

telas (kkd), habis (bbsn); tetelasan ‘habis-habisan’, nelasak?n ‘pengha-biskan’, ketelasan ‘kehabisan’, ditelasaken ‘dihabiskan’.

t?lat (kka), terlambat datang

teles (kkd), basah; ketelesan ‘kebasahan’, nelesi ‘membasahi’, tetel?san ‘basah-basahan’, kagol teles ‘terlanjur basar’

telih (kb), tembolok (unggas)

témbén? (ktg), barusan

t?mungkul (kka), menunduk

tubles (kk), menusuk dengan benda runcing

turu (kk), tidur; tetutuan ‘tidur-tiduran’, keturuan ‘ketiduran’, peturon ‘tempat tidur’.

 

U*

ucek (kk), gosok-gosokkan (mata, cucian)

uceng (kb), bunga melinjo

ucul (tk, ts), terlepas

udal-udal (kk), membongkar

udan (kb), hujan

udel (kb), pusar

udeng (kb), ikat kepala

udud (kk), rokok; merokok

uga (kka), juga

ugal-ugalan (kka), bertindak tanpa mengindahkan aturan

ugel-ugel (kb), pergelangan tangan

uget-uget (kb), larva

ujar (kb), perkataan

ujub (kka), takabur

ujur (kb), menghukum

ukir (kk), ukir

ul? (kb), ular

ulem (kk)(bbsn), undang

uler (kb), ulat

ules (kb), wajah

ulung (kb), binatang semacam elang

ulung (kb), elang

umbal (kk), pindah tempat

umbar (kk), biarkan/ lepaskan

umbel (kb), ingus

umbul-umbul (kb), bendera

um?b (kka), didih

umpak (kb), alas tiang

umpam? (ktg), umpama

umum (kk), umum

umur (kb), umur

undang (kk), panggil

unda-undi (tks), berjenjang

unduh (kk), petik/tuai

undur (kk), gerak ke belakang

undur-undur (kb), nama binatang yang jalannya mundur

ungu (kka), ungu

uning? (kka), tahu

unjuk (kk), geser naik

unta (kb), onta

untal (kk), lempar

untu (kb), gigi

untuk (kb), busa

upay? (kb), upaya

urip (tk,ts), hidup

usik (kb), gerak

usir (kk), usir

usus (kb), usus

utang (kb), hutang

uwa (kb), sebutan untuk kakak ayah/ibu

uwal (kka), terlepas dari ikatan (untuk manusia)

uwan (kb), uban

uwi (kb), semacam ubi jalar

uyuh, air seni

uyup, hirup (untuk cairan, mis. kuah sayur)

 

W*

wac? (kk), baca

wadag (kka), kasar

wadah (kb), tempat

wadal (kb), tumbal

wadanan (kb), julukan

wadang (kka), masakan kemarin (untuk nasi)

wadas (kb), cadas

wadé (kk)(bbsn), jual

wadon (kka), perempuan

waduk (kb), bendungan

waduk (kb), perut

wadul (kk), mengadu

waj? (kb), baja

wajik (kb), nama jajanan terbuat dari ketan

walang (kb), belalang

walesan (kb), gagang pancing

wali (kb), wali

walik (kb), balik

waluh (kb), labu

wandu (kka), banci

wangi (kka), harum

wangsit (kb), wahyu

wangwung (kb), kumbang

wani (kka), berani

wanti-wanti (kk), berpesan dengan sangat

warah (kk), tunjuk/ajar, beritahu

warangan (kb), racun (biasanya dipakai untuk melumuri keris)

warangka (kb), kerangka, sarung keris

waras (kka), sehat

wareg (kka), kenyang

warg? (kb), warga

wargi(kb), warga

waris (kb), waris

warna (kb), warna

warn? (kb), warna, jenis

warung (kb), warung

waspad? (kka), waspada

wasta (kb), nama

waste (kb)(bbsn), nama

watek (kb), watak

wates (kb), batas

watu (kb), batu

wau (ktg), tadi

wawacan (kb), bacaan

wayah (kb), masa/waktu

wayang (kb), wayang

wayuh (kk), diduakan (oleh suami)

wedak (kb), bedak

wédang (kb), minuman hangat

wedi (kb), pasir

wedi (kka), takut

wedus (kb), kambing

wegah (kka), enggan

wekas (kb), pesan

welang (kb), ular belang

welas (kka), rasa kasihan; merasa kasihan

wenang (kka), berwenang, berhak

wentis (kb), betis

werat (kka), wajar, sebanding

weruh (kk), tahu, kenal

weruh (kk), nampak, tahu

wés (kka), sudah

wesi (kb), besi

wétan (ktg), timur

weteng (kb), perut

weton (kb), hari kelahiran

wéwé (kb), hantu perempuan

wèwèh (kk), memberi

wewengkon (kb), daerah kekuasaan, wilayah

widadari (kb), bidadari

wiji (kb), biji; benih

wilangan (kb), bilangan

wingi (ktg), kemarin

winginané (ktg), dua hari yang lalu

wirang (kka), malu

wirid (kb), kata atau kalimat pujian kepada allah yang dibaca berulang-ulang

wiridan (kb), pembacaan wirid

wiron (kb), bagian dari kain panjang yang dilipat memanjang bersusun.

wiru (kk), melipat bagian tepi kain panjang menjadi lipatan-lipatan kecil.

wis(kka), sudah

wis? (kb), bisa, racun

wisma (kb), rumah

wisuh (kk), basuh tangan/kaki

wit (kb), pohon

wit (kb), pohon

woh (kk), buah

wong (kb), orang

wot (kb), jembatan

wrangka (kb), sarung keris

wréda (kb), tua

wudani (kk), telanjangi

wud? (kka), telanjang

wudar (kk), terurai

wulan (kb), bulan

wulang, ajar

wulu (kb), bulu

wulung (kka), ungu tua

wuruk (kk), tunjuk/ajar

wutah (kk), tumpah

wutuh (kka), utuh

wutuh (kka), utuh

wuwuh (kk), tambah

wuwung (kb), bubungan atap

wuwung (kb), mandi dengan kepala dibasahi

Y*

yaiku (ktg), yaitu

yakti (kka), sungguh; benar

yèn (ktg), bila, jika

yenteh (ktg), kalaulah

yuswa (kb), umur

yuyu (kb), kepiting sungai

 



©) Mudjahid Chudari,Tatabahasa Bahasa Jawa Banten, PustakaSarana Cipta, Serang, 2012

Popular