“Engkau tahu bahwa ayah sangat berkenan akan pendidikan dan tata cara Barat, itu sebabnya kau disekolahkan di sekolah Belanda, tapi Ayah sama sekali tidak setuju bahwa seorang pribumi hendak meniru cara Barat seluruhnya. Yang akan kita pakai hanyalah yang sesuai dengan keadaan kita saja dan yang berfaedah untuk kehidupan kita masa kini. Selain itu hendaklah kita memegang adat pusaka kita sendiri, karena adat pusaka itu...tidak sekalipun dapat dikatakan lebih rendah derajat atau kurang daripada adat pusaka bangsa lain...” (Surat yang dikirim oleh Bupati Serang Pangeran Bagoes Djajawinata kepada anaknya, Aria Ahmad, pelajar HBS (SMA) di Batavia Jakarta, 1897)