| Kamus Bahasa Jawa Banten |
|
|
|
| Written by Ibnu Adam Aviciena | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Monday, 30 January 2012 07:37 | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Oleh: A Mudjahid Chudari
PENDAHULUAN
MENGENAL KAIDAH BAHASA JAWA BANTEN Dari segi pembentukannya, kata dapat digolongkan dalam: 1) kata dasar, dan 2) kata berimbuhan. Kata Dasar adalah satuan terkecil yang menjadi asal dari suatu kata kompleks; misal: wong, sekole, buku, dagang, mangan, geni, kelape, sopir, dsb. Sedangkan Kata Berimbuhan adalah kata yang dibentuk dari kata dasar dan kata imbuhan; mis.: sekolane, gegancangan, keberosotan, apane, breotan, kedaharan, pepelayon, kekelonan, cengengesan, kenuningan, dsb.
Kata Berimbuhan yang dikenal dalam bahasa Jawa Banten, dapat terjadi dari:
1. Kata berawalan (prefiks) a. Awalan {nge-}, {ng-} dan {N-}; sebagai pembuat kata kerja aktif:
b. Awalan {di-} sebagai pembuat kata kerja pasif.
c. Awalan {ke-}, {se-}, dan {pe-}
2. Kata yang bersisipan (infiks): {-um-};
3. Kata yang berakhiran (sufiks) a. Akhiran {-e} dan { -ne}
b. Akhiran {-aken} dan {-kaken}
c. Akhiran {-i } dan { -ni }
d. Akhiran { -an }
e. Akhiran { -en} dan {-nen}
4. Kata yang berkonfiks. Konfiks yaitu gabungan dari dua macam imbuhan atau lebih yang bersama-sama membentuk satu arti, dan bersama-sama pula mempunyai satu fungsi. a. Konfiks {ke-…-an}
b. Konfiks {pe-…-an}
5. Gabungan imbuhan: Gabungan imbuhan adalah pemakaian beberapa imbuhan sekaligus pada suatu kata dasar yang dapat berarti bermacam-macam. a. gabungan imbuhan {nge-, ng-, N-} dengan {-aken, -kaken) akan membentuk kata kerja aktif.
b. gabungan imbuhan {di-…-aken} dengan di-…-i/ni) akan membentuk kata kerja pasif.
c. variasi gabungan dari prefiks dan sufiks lainnya, akan membentuk kata lain dengan fungsi lain pula. 6. Kata Berulang (reduplikasi): Dwilingga Salin Swara: mraka-mriki, cilik-melik, bulak-balik, ketar-ketir, dsb. Dwilingga tansalin swara: aling-aling, mlayu-mlayu, kukur-kukur, dsb. Dwipurwa: jejeritan, gegedoh, tetinggal, gegibrig, tetangga, dsb. Reduplikasi Polimorfemis: gegelati, gegancangan, awur-awuran, dsb. 7. Kata majemuk: rare-ati, jejodog-timun, jangkrik-pekohan, picis-ewuan, dsb.
Secara struktural, “kata” pun dapat dikelompokkan dalam 4 kelompok kata: 1). kata benda (nomina); 2). kata kerja (verba); 3). Kata sifat (adjectiva); dan 4). Kata Tugas. 1. Kata Benda (Nomina); adalah nama dari semua benda dan segala yang dibendakan. 2. Kata Kerja (Verba): adalah semua kata yang menyatakan perbuatan atau laku atau segala pembentukan kata yang menghasilkan kata kerja. 3. Kata Keadaan (Adjectiva): adalah kata yang memberikan keterangan khusus tentang sesuatu yang dinyatakan oleh nomina dalam kalimat. 4. Kata Tugas, adalah semua jenis kata yang tidak termasuk dalam jenis kata sebelumnya, dimasukkan ke dalam Kata Tugas. ©) (untuk lebih detil lagi, silahkan baca Tatabahasa Bahasa Jawa Banten).
Kamus kecil ini, memang disusun serba singkat; tapi dengan yang singkat ini, kita dapat melihat bahwa bahasa Jawa Banten ini pun sebenarnya layak mendapat perhatian sebagaimana harusnya. Semoga Allah selalu menyertai kita semua. Amin.
Serang, Januari 2012
Penyusun
Katerangan:
Ditulis contoh kata /e/ Banten, boten, wénten, /é/ édan, éling, bébék, énak /?/ end?, ap?, al?, meran? /o/ botol, tolol, boten /ó/ dóse, ór?, jeró, semónó /i/ mireng, bintang, milu /?/ m?r?ng, ng?num, d?m?n ‘…’ arti dalam bahasa Indonesia
A*ab? (kb), aba; ab?-ab?, aba-aba; abané, suara/khabar-nya. Apane lak? abané maning, ‘Kenapa tidak ada suaranya/ khabarnya lagi’. abab (kb), bau mulut; gegudal (kb), kekotoran mulut. abah (ktg), mam?, ayah; “Pajarak?n ning Mamé, kulane ayun ming Cilegon kerihin.” ‘Beritahu ke Ayah, sayanya mau ke Cilegon dulu’. abang (kka), merah; “Sepedah? wéntene sing abang, ayun boten?” ‘Sepedahnya adanya yang merah, mau engga?’ abét (ktg), bekas; ab?t-ab?tan ‘bekasan’; ab?t-ab?tanané ‘bekasannya’; tetabetan ‘bekasan’ ambles (kk), melesek; dedalane ambles ‘jalannya melesak’. abrit, abrit-abritan (kka), lari terbirit-birit; Ngedel?ng an? c?m?r? galak, dewéké melayu abrit-abritan. ‘Melihat ada anjing galak, dia lari terbirit-birit’. abuh (kka), bengkak; sikilé abuh ‘kakinya bengkak’; abuh-abuhan ‘pura-pura bengkak’ acung (kk), menunjuk ke atas/ unjuk jari; ngacungaken tangan ‘mengacungkan tangan’ adang (kk), menunggu di tempat yang akan dilewati; ngadang, ngadangak?n, diadang ‘menghadang, menghadang-kan, dihadang’. adang (kk), menanak nasi untuk kenduri; Gonah hajat meh, adang? or? cukup sepisan ‘Untuk kenduri sih, menanak nasinya tidak cukup sekali.’ adas (kb), nama buah tanaman yang dipakai untuk campuran jamu; bentuknya putih. adas pulosari. adem (kka), dingin; Sekul wis adem meh or? énak. ‘Nasi sudah dingin sih kurang enak’; atis, (dingin); Subuh-subuh adus ning duhur gunung m?h atis, ‘Subuh-subuh mandi di atas gunung sih dingin’. adep (kk), hadap; adepaken ‘hadapkan’; diadepaken ‘dihadapkan’; peadep-adep ‘berhadap-hadapan’; diadepi ‘dihadapi’. adi (kb), adik; “Hadi, adine wis bis? melaku durung?” ‘Hadi, adiknya sudah bisa jalan belum?’ adil (kka), adil; “Nong, lamun kakang or? adil, tegor yah?” ‘Nong, kalau kakak tidak adil, tegor yah?’ adoh (kka), jauh; “Sir? m?h, tukang petis wis adoh tembeke nyeluk”. ‘Kamu sih, tukang rujak sudah jauh, baru dipanggil.’ adol (kk), jual; “Mang adol pété ataw? adol j?ring”, ‘Mang jual pete atau jual jengkol’. adu (kk), adu; diadu, ‘diadu’, diadukaken ‘diadukan’, ngadu, ‘mengadu’, ngadu-ngadu ‘mengadu-adu’. adus (kk), mandi; diadusi dimandikan, ngadusi memandikan, diadusak?n ‘dimandikan’. agame (kb), agama; Gelati rabi m?h, gelati sing agamané kuat. ‘Cari isteri sih, cari yang agamanya kuat (solehah).’ ageng (kka), besar; Déwéké m?h, ore di ag?ng-agengak?n g?h wis ag?ng. ‘Dia sih, tidak dibesar-besarkan pun sudah besar.’ agul (kb), andalan; jagoan; “Ap? sih sing diagulaken kar? dewéké?” ‘Apa sih yang diandalkan oleh dia?’ aj? (kka), jangan; “Aj? liwat kono, akéh eri”. ‘Jangan lewat (jalan) itu, banyak duri.’ ajag (kb), anjing hutan; ajak (kka), ajak; ngajak, diajak, diajaki, diajak-ajak, ngajak-ngajaki. ajang (kb), wadah untuk makan; “Nong embilaken ajang gonah Abah”. ‘Nong ambilkan wadah (piring) untuk Ayah’. ajar (kk), ajar, belajar; ajaran, ngajar ‘mengajar’, ngajaraken ‘mengajarkan’, diajari ‘diajari’. ajeg (kka), berdiri tetap; “Endah kon ajeg meh, diganj?l bat? ?sor?.” ‘Biar (berdiri) tetap sih, diganjel bata bawahnya.’ aji (kb), nilai; harga; “Wong kuen lak? ajin?; wis tak tulung jéh nipu kit?”. ‘Orang itu tidak ada nilainya (ahlaknya), sudah ditolong tapi masih juga menipu saya.’ ajur (kka), hancur; diajuraken ‘dihancurkan’, ajuraken bae ‘hancurkan saja’, diajur-ajur seajur-ajure ‘dilumatkan‘. akas (kka), keras; “Wis tue geh tingkahe masih akas baé”. ‘Sudah tua juga, tingkahnya masih keras saja.’ alas (kb), hutan; al? (kka), buruk, jelek; al?-al? ‘jelek-jelek’, diala-alakaken ‘dijelek-jelekkan’, dialani ‘dibuat jelek’ alem (kk), puji; dialem ‘dipuji’, dialem-alem ‘dipuji-puji’. aleman (kka), manja; dialem-alem dadine aleman alesan (kb), alasan; aling-aling (kk), bersembunyi di balik; dialing-alingi ‘ditutup-tutupi supaya jangan terlihat.’ alis (kb), alis mata; alok (kk), bersorak; menang alok kéléh toh ‘dapat pujian tapi terima rugi’ alu (kb), alat untuk numbuk; “Arep nutu pari meh, alu lan lesungi nane ning brimah.” ‘Mau numbuk padi sih, alu dan lesungnya ada di belakang rumah.’ alum (kka), layu; Kembang kuen lamun or? disebor banyu, alum, ‘Bunga itu kalau tidak disiram air akan layu.’ alun-alun (kb), lapangan di tengah kota; alus (kka), halus; alusé ‘halusnya’, dialusaken ‘dihaluskan’, sealus-alusé ‘sehalus-halusnya’. amb? (kka), lebar/luas; ambané ‘luasnya’, diambani ‘diperluas’, aj? amb?-amb? angobé ‘jangan lebar-lebar nguapnya.’ ambek (kka), sifat marah; gede ambeke ‘pemarah.’ ambekan (kk), bernafas; ambekanane aj? kenceng-kenceng, keri. ‘Bernafasnya jangan keras-keras, geli.’ ambèn (kb), bale-bale; “Pecilé sinten sing saré ning ambén niku.” ‘Anak siapa yang tidur di bale-bale itu.’ amblas (kk), lenyap seketika; “Wis amblas sekabeh kenang banjir.” ‘Sudah habis semuanya terkena banjir.’ ambrol (kk), runtuh; “Gegiline geh ambrol kegerus banyu.” ‘Tanggulnya pun runtuh tergerus air.’ ambruk (kk), tumbang/roboh; ambu (kb), bau; “Ambune meh kay? panggang wedus.” ‘Baunya sih seperti panggang kambing’. ambung (kk), cium; ngambung ‘mencium’, diambung ‘dicium’, keambung ‘dapat dicium’, ambung-ambungen ‘sepertinya mencium bau sesuatu’. amis (kka), bau anyir; mambune amis ‘baunya anyir’ ampas (kb), ampas; daging kelape diparud iku ngarane ampas. ancang-ancang (kb), persiapan, mengambil kuda-kuda; anc? (kk), pelan; “Melaku mekonon meh ngarane dudu anc?, tapiné buyuk.” ancer-ancer (kb), prakiraan, ancar-ancar; ancur (kk), hancur; (lihat: ajur) andap (ktg) (bbsn), bawah/rendah; “Kul? m?h ning andap saos, boten bangkit manek kelap?.” ‘Saya sih di bawah saja, tidak bisa naik (pohon) kelapa.’ andap-asor (kka), sifat mengalah/ sopan santun, tidak sombong. and? (kb), tangga; rambute andan-andan, ‘rambutnya keriting’. and?ng-and?ng (kb), tahi lalat; “Kuwen ning rerai, and?ng-and?ng t?h jerawat?” ‘Itu di muka, tahi lalat atau jerawat?’. andik? (ktg), anda; kata ganti untuk orang kedua dalam bahasa pergaulan. anèh (ktg), aneh. angen-angen (kb), pemikiran/ingatan, angan-angan. anget (kka), hangat; “Mumpung masih anget gegodohé, cepet dipangan.” ‘Mum-pung masih hangat pisang gorengnya, cepat dimakan.’ anggep (kk), anggap; angg?r (ktg), tetap; “Semono wis disernéni g?h, angg?r bae kelakuané mekonon.” ‘Segitu sudah dimarahi juga, tetap saja kelakuannya begitu.’ anggon, enggon (kka), biasa dipakai anggur (kb), 1. buah anggur; 2. lebih baik; “Tenimbang nonton kuwen meh, angguran turu.” ‘Daripada nonton itu sih, mendingan tidur.’ angin (kb), angin angin-angin (kk), mencari udara segar; diangin-angin, ditempatkan di udara terbuka supaya terkena angin (biar cepat kering) angker (kka), angker; sesuatu/ tempat yang dianggap mengerikan angluh (kka), sesuatu yang dirasakan (sakit) angon (kk), menggembala hewan ternak; “Angon kebo meh merane koh ning tegal ber?, aje ning kot?.” angus (kb), angus; gosong anjlok (kk), turun tiba-tiba antem (kk), pukul/hantam anteng (ktg), tenang antuk (kk) (bbsn), dapat antup (kb), sengat; diantup tawon ‘disengat tawon.’ anyang (kk), tawar (harga); “Mang harg? gedang? masing bisé dianyang or??” ‘Mang harga pisangnya masih bisa ditawar engga?’ anyang-anyangen (kka), merasa seperti ingin kencing. anyar (kka), baru anyeb (kka), dingin (tubuh atau bagian tubuh); “Badane anyeb mekénén or? gancang dikemuli.’ ‘Badan dingin begini tidak cepat diselimuti.’ apal (kka)), hafal ap? (ktg), apa; apané ‘apanya’, ap? maning ‘apalagi’, ap? jéréh ‘bagaimana nanti’, apa-apaan ‘apa-apaan’. apek (kka), bau tidak sedap yang berasal dari barang usang atau kamar yang lama tertutup apem (kb), nama makanan dari tepung beras yang dikukus, makannya dicocol kinca. apes (kk), sial api-api (kk), pura-pura apik (kka), jangan; “Apik lunge bengi kiyen, engko esuk bae.” apu (kb), kapur sirih; apus (kb), nama jenis bambu, biasanya digunakan untuk tali. apus (kk), hapus arah (kb), arah arah-arah (kb), tempat lapang /padang aran (kb), nama; “Sap? aran sir??” ‘Siapa nama kamu?’ Dalam bahasa bebasan digunakan kata: nami, kasih, atau wast?; “Sinten kasihé?” ‘Siapa namamu?’ arang (kka), jarang; arang-arang ‘jarang-jarang’ arén (kb), enau ar?ng (kb), arang ar?p (ktg), hendak; perémén kekar?p sir? ba? ‘bagaimana kehendak kamu saja.’ ari (ktg), kalau; ari-ari ‘tali pusar’. arit (kb), sabit arus (kka), aliran air arwah (kb), arwah asah (kk), asah asal (kb), asal asat (kka), habis airnya (untuk sungai, danau, sumur, dsb.) asem (kb), asam (buah) asih (kb), kasih asin (kka), asin asmara (kb), asmara asrep (kka), hambar (rasa makanan); “Jangané kurang uyah, asr?p.” ‘Sayurnya kurang garam, hambar.’ asri (kka), menyenangkan untuk dipandang asung (kk) (bbsn), boleh; “Asung boten kule linggar seniki?” ‘Boleh tidak saya pergi sekarang?’ asung uning ‘memberi tahu’. ati (kb), hati ati-ati (kka), hati-hati; “Ati-ati aj? liwat dalan kuwen, jéréh m?h an? b?bongkongé.” ‘Hati-hati jangan melalui jalan itu, katanya sih ada hantunya.’ atis (kka), dingin (untuk hawa, udara); lihat adem. atob (kk), bersendawa; “Lamun tas mangan duren, atob? aj? par?k wong, s?n?b.” atos (kka), keras; atur (kk), atur aturi (kk) (bbsn), persilakan, undang; etus (kk), supaya tidak lagi mengandung air aub (kka), terlindung dari sinar matahari atau hujan; ngaub ‘melindungi diri dari hujan atau panas matahari.’ awan (kb), awan awan (kka), siang; “Jéréh puas?, masih g?h awan wis nginum es.” ‘Katanya puasa, masih juga siang sudah minum es.’ awang, ngawang (kk), menghapal di luar kepala. awang-awang (kb), langit bebas awas (kka), tajam (pengelihatan); “Wis tu? g?h matan? m?h masih awas.” ‘Sudah tua juga matanya sih masih baik’ (jelas penglihatannya). awas (kka), awas awèh (kk), boleh, beri; “Aweh ore kite bebuang ning umah sir?. Ning umah kitané lak? banyu.” ‘Boleh tidak saya pakai wc kamu, di rumah saya lagi tidak ada air.’ “Ki?n p?wéwéh sing kit? gonah sir?.” ‘Ini pemberian (hadiah) dari saya untuk kamu.’ awèt (kka), tidak cepat rusak awis (kka) (bbsn), mahal awu (kb), abu awur (kk), sebar awut (kk), membuat berantakan ayam (kb), ayam ayem (kka), tentram (hati) ayo (kka), ayo ayom (kk), perlindungan ayu (kka), cantik ayun (ktg), akan, mau
B*bab (kb), bab, hal, mengenai babad (kb), cerita sejarah babagan (kb), irisan kulit kayu babak-bundhas (kka) , babak-belur babar (kk), bersalin babat (kb), bagian dalam usus sapi babat (kk), tebang (semua) babit (kk), mengayunkan benda dengan menahan ujungnya babon (kb), induk ayam bacem (kk), peram; dimasak dengan bumbu tertentu bacin (kka), bau bangkai badé (kk), tebak badeg (kka), bau busuk bahu (kb), 100 m2 bahu (kb), bahu; pundak bajang (kka), kerdil bajing (kb), tupai bakal (ktg), akan, akan menjadi; bakal ngewoh ‘akan berbuah’, bakal rabi ‘calon istri’, bebakalan ‘dikhawatirkan akan menjadi yang tidak diinginkan’. bakal jangan (kb), sayuran bakda (kka), setelah bakul, wakul (kb), wadah terbuat dari bambu ntuk tempat beras balang (kk), lempar; balé (kb), musholla bal? (kka), banyak sampah berserakan; balèn (kk), kali (hitungan); pirang balen? balik (kk), pulang balung (kb), tulang bandar (kb), agen besar, cukong bandar (kb), pelabuhan band? (kb), modal band? (kk), mengikat kedua tangan ke belakang bandul (kb), bandul bangir (kka), hidung mancung bangkèlan (kka), tidak mau kalah omong bangku (kb), bangku bangs? (kb), bangsa bantal (kb), bantal banting (kk), banting banyak (kka), angsa banyu (kb), air bapang (kka), tiduran dengan terlentang bap? (ktg), bapak/ayah barang (kb), barang barèd (kka), tergores barep (kka), sulung baris (kk), baris barung (kka), tarung bat? (kb), bata bati (kb), keuntungan batok (kb), tempurung kelapa batuk (kb), dahi, kening bawang (kb), bawang bawang lanang (kb), bawang berumbi tunggal bawèl (kka), nyinyir bay? (kb), buaya bayar (kk), bayar bayem (kb), bayam bayi (kb), bayi bebancik (kb), alas yang diinjak untuk mengambil sesuatu bebasan (kb), bahasa halus bebatang (kb), bangkai bèbèk (kb), itik bebungah (kb), hadiah bebuwang (kk) , berhajat besar becik (kka), baik becus (kka), mampu bedah (kka), buka paksa béd? (kka), berbeda bedinggas (kka), , sifat giat kerja, tidak bisa diam begundal (kb), kaki-tangan (penjahat) bejat (kka), rusak bekasakan (kb), hantu hutan beksi (kb), kuda-kuda (silat) belang (kka), belang bèlèk (kb), kotoran mata belèk (kk), iris sepanjang garis tengah belik (kb), sumber air beling (kb), kaca bend? (kb), nama pohon bendé (kb), gong kecil bendo (kb), kopiah orang jawa bendu (kb), benci bener (kka), benar bengep (kka), sembab bengi (kb), malam b?ngkok (kb), tanah yang hak garapnya diberikan kepada lurah sebagai bagian dari fasilitas jabatan béngkok (kka), bengkok bening (kka), jernih benjut (kka), luka karena hantaman di kepala bèrèng (kb), luka di pangkal paha bèsèr (kka), sering kencing besèt (kka), sayat betah (kka), betah beton (kb), biji nangka blanak (kb), jenis ikan blarak (kb), daun kelapa kering bl?dèh (kk), terbuka kancingnya (untuk baju) bl?s?k (kk), membenamkan ke dalam tumpukan blirik (kka), berbintik kecil (mis. panci, ayam) blondo (kb), endapan yang dihasilkan dalam pembuatan minyak kelapa blorok (kka), bulunya berbintik hitam putih (untuk ayam betina) bluluk (kb), buah kelapa yang masih sebesar telur bocah (kb), anak kecil bodo (kka), bodoh bodong (kka), pusar yang menonjol keluar bokor (kb), mangkuk besar bolong (kka), berlubang borok (kb), luka lama boyong (kk), pindah brangasan (kka), mudah marah bréwok (kb), bercambang brindil (kka), bulu habis karena dicabuti brodol (kka), terlepas ikatannya brojol (kk), keluar dari bungkusan brongkos (kb), membungkus (buah-buahan di pohon) brudul (kk), keluar beramai-ramai/ berbarengan brutu (kb), tunggir ayam bubar (kka), bubar; selesai bubur (kb), bubur bubut (kk), membubut budeg (kka), tuli bulak (kb), daerah terbuka/ padang bumbu (kb), bumbu; rempah-rempah bumbung (kb), tempat terbuat dari bambu, biasanya untuk tempat jangkrik aduan. bundas (kka), lecet besar (cedera) bundel (kka), ujungnya membulat bunder (kka), bundar bung, rebung (kb), rebung bambu bungah (kka), gembira bungkem (kk), diam; tidak mau mengatakan apa-apa bungkil (kb), ampas minyak kacang bungkuk (kka), bongkok bungkus (kb), bungkus bungur (kb), nama tanaman buntel (kk), bungkus buntet (kka), buntu; tidak berongga buntil (kb), masakan terbuat dari kelapa muda, ikan teri dan daun keladi sebagai pembungkus buntu (kka), buntu buntung (kka), hilang/patah bagian ujungnya bureng (kka), tidak jelas terlihat buri (kka), belakang burik (kka), bopeng buru (kk), kejar buruh (kb), pekerja untuk orang lain butak (kka), botak buwang (kk), buang buyut (kb), cicit buyuten (kka), bagian tubuhnya bergerak-gerak tidak terkendali karena ketuaan
C*cabé (kb), cabai cabut (kk), cabut cacat (kka), cacat cadél (kka), cadel; tidak bisa mengucapkan bunyi tertentu dengan benar cadong (kk), meminta dengan menadahkan tangan cagak (kb), tongkat/penyangga cakra (kb), senjata dalam pewayangan; berbentuk lingkaran campur (kk), campur, bersenggama cangkem (kb), mulut cangking (kk), jinjing cangkir (kb), cangkir cangklek (kk), menyandang di bahu (mis. tas) cangklong (kb), pipa cantèl (kb), menempel erat canteng (kb), radang di jari, umumnya di ibu jari kaki akibat tertusuk kuku canting (kb), alat untuk membatik canting (kb), alat takaran kecil untuk minyak kelapa cantol (kk), cantol caping (kb), topi petani, bentuknya bulat berujung runcing caplok (kk), memasukkan semua ke dalam mulut carang (kb), ranting car? (kb), cara catèk (kk), digigit (ular) catet (kk), catat cawet, cangcut (kb), celana dalam pria cawuk (kk), mengambil dengan cara menyendokkan tangan cecek (kb), cicak cecempung (kb), sejenis makanan dari pisang yang digoreng cegat (kk), hadang cekak (kka), tidak mencukupi; ukurannya tidak memadai; cekakakan (kk), tertawa-tawa dengan keras cekel (kk), pegang cékér, nyékér (kb), kaki yang tidak pakai alas kaki cèkèr (kb), kaki unggas cekikikan (kk), tertawa-tawa dengan suara kecil tertahan-tahan. celak (kb), penegas garis tepi mata celak? (kka), celaka celuk (kk), panggil cemplang (kka), tidak sedap/ kurang pas (mis. nada, rasa) cemplung (kk), masuk (dalam cairan) cendek, cindek (kka), pendek cengkir (kb), buah kelapa yang masih sebesar kepalan, belum berdaging buah céntong (kb), sendok nasi cepak (kka), potongan rambut pendek bagian atas datar ceplak (kka), bunyi ketika makan cepot (kk), senggama cepuk (kb), wadah kecil, biasanya untuk menyimpan perhiasan cèrèt (kb), cerek cerios (kb) (bbsn), ucapan, cerita cerite (kb), cerita ceriwis (kka), banyak bicara cétèk (kk), dangkal cetot (kk), cubit besar cicil (kk), angsur cicip (kk), merasai cilik (kka), kecil clutak (kka), suka mencuri makanan (kucing) codet (kk), luka di muka memanjang cokor (kb), kaki (kasar) cokot (kk), gigit colok (kk), menusuk mata colong (kk), curi congor (kb), hidung binatang berkaki empat contrèng (kb), coret silang coplok (kka), tanggal copot (kb), tanggal/cabut coro, cecoro (kb), kecoa cucuk (kb), paruh cukin, handuk tipis culik (kk), culik culun (kka), sifat kebodoh-bodohan cundrik (kb), keris kecil cungkup (kb), atap makam cupar (kka), curang cupet (kka), terbatas cupu (kb), wadah kecil, biasanya untuk menyimpan perhiasan curut, cecurut (kb), tikus bermoncong runcing cutik (kb), mengambil tanah sedikit dengan tongkat cuwil (kk), mengambil sebagian kecil D*dadak (kka), tiba-tiba dadakan (kka), tanpa rencana dadar (kb), makanan/ telor digoreng melebar tipis dad? (kb), dada dadèn-dadèn (kka), jadi-jadian dadi (kka), jadi dados (kka) (bbsn), jadi dadung (kb), tali besar, biasanya untuk mengikat benda besar dan berat. dagang (kk), berdagang dalan, dedalan (kb), jalan dalang (kb), dalang dalu (kka), larut malam damar (kb), pelita dami (kb), batang padi yang berongga damu (kk), tiup dandan (kk), bersolek/ merias diri dandan-dandan (kk), memperbaiki bangunan (rumah dsb.) dandang (kb), alat untuk mengukus nasi dangkak (kka), terlentang, tangan dan kaki terbuka dar? (kb), burung dara dar?, dedar? (kka), betina muda (untuk ayam) darès (kb), burung sejenis elang daw? (kka), panjang day? (kb), daya, kekuatan dédé (kka) (bbsn), bukan dédék (kk) (bbsn), duduk dèdèl (kk), melepas jahitannya d?d?l (kka), lari kencang deluwang (kb), kertas demek (kk), pegang demen (kk), suka dempel (ktg), untaian dalam setangkai (untuk buah) dèmpèt (kka), melekat/rapat dèndèng (kb), daging dikeringkan dengan bumbu tertentu. dengkul (kb), lutut derebé (kk) (bbsn), milik, mempunyai dés? (kb), desa déwék (kka), sendiri; sendirian didis (kk), mencari kutu rambut dingklang (kka), pincang dingklik (kb), bangku kecil dipit (kka), terlebih dulu doa (kb), doa dodos (kk), melubangi dari bawah dolanan (kb), bermain, mainan, permainan dongdong (kb), nama buah dongkol (kka), perasaan hati tidak senang dos? (kb), dosa doyong (kka), miring dubang (kb), ludah merah/ ludah orang yang makan sirih dud? (kb), duda dudu (kka), bukan duduh (kb), kuah dugan (kb), kelapa muda duhur (kka), tinggi dulit (kk), colek dulur (kb), saudara dupak (kk), tendang menggunakan tumit duren (kb), durian durung (kka), belum duwé (kka), punya duwit (kb), uang
E*édan (kka), gila eden (kk), mengejan elar (kb), bulu unggas éling (kk), ingat, sadar élok (kka), pernah eluk (kk), tekuk éman (kk), sayang kalau hilang atau rusak embah (kb), nenek/kakek embuh (kka), entah empuk (kka), lembut emut (kk), kulum émut (kk) (bbsn), ingat énak (kka), enak èncèr (kka), cair enda (kk), minta endah (ktg), agar, supaya, biar endas (kb), kepala binatang endi (ktg), mana endog (kb), telur enek (kka), mual enem (ktg), enam ?nèm (kka) (bbsn), muda énggal (kk), berenang engge (kk) (bbsn), pakai enggo (kk), pakai enggon (kb), tempat yang dipakai enom (kka), muda entas (kk), angkat, ambil enték (kka), habis éntén (kk), tunggu entén-entén (kb), kelapa diparut dimasak dengan gula merah, untuk isi kue bugis énténg (kka), ringan entut (kb), kentut epang (kb), dahan eri (kb), duri esuk (kka), pagi F*faedah (ktg), guna famili (kka), keluarga fanatik (kka), taat pada keyakinannya fardu (kka), fardhu fitnah (kka), fitnah, tuduhan tidak berdasar fitrah (kka), sesuai dengan asal kejadiannya sebagai manusia
G*gabah (kb), padi yang telah terlepas dari tangkainya gabug (kka), butir padi yang tidak berisi gada (kb), gada; senjata pemukul gagah (kka), gagah gagak (kb), burung pemakan bangkai gagang (kb), tangkai gagas (kk) , pikir gagasan (kb), pemikiran gagi, agi (kka), cepat gajah (kb), gajah gajih (kb), lemak jenuh galak (kka), galak galengan (kb), jalur pembatas petak sawah galih (kb), bagian dalam batang pohon keras gambar (kb), gambar gambir (kb), buah pinang yang sudah diolah gamelan (kb), alat musik jawa gampang (kka), mudah gampil (kka) (bbsn), gampang gancang (kka), cepat gandeng (kka), gandeng gandul (kka), tergantung ganjar (kk), ganjar ganjaran (kb), hadiah ganjil (kka), ganjil gantar (kb), galah gantung (kk), gantung gaplak, gaplok (kk), memukul kepala dengan tangan terbuka gaplek (kb), singkong yang dikeringkan garan (ktg), maka garing (kka), kering garu (kb), alat penggaruk tanah garuda (kb), garuda, nama burung dalam mitos jawa gatel (kka), gatal gegawan (kb); gaw?an, bawaan gawat (kka), gawat gawé (kk), buat gaw? (kk), bawa gebug (kk), memukul badan dengan benda keras gedang (kb), pisang gedé (kka), besar gegedug (kb), pimpinan (penjahat) geger (kb), punggung gègèr (kka), riuh gelang (kb), gelang gelar (kk), bentang (tikar) gelas (kb), gelas gelati (kk), mencari gelem (kk), mau gelis (kka), cepat gémblok (kka), menempel di punggung gemblung (kka), tidak normal pikirannya gembok (kb), gembok gembor (kk), berteriak keras gémék (kka), barusan gemeletek (kka), anak yang tidak mau diam tangannya gemes (kk), gemas gemlundung (kk), bergelundungan gemrudug (kka), pergi/datangnya dalam jumlah besar gemuk (kb), pelumas gendeng (kka), gila géndol (kka), bergantung pada sesuatu geni (kb), api gènjèr (kb), nama tanaman sayurn di sawah genjot (kk), genjot gentèng (kka), genteng genting (kka), tanda bekas lilitan keras gentong (kb), tempayan gèpèng (kka), pipih geragapan (kka), terjaga dari tidur secara tiba-tiba, gugup gerah? (kb), gerhana gering (kka), sakit gèsèk (kb), ikan asin ges?ng, gosong (kka), hangus terbakar getak (kk), hardik getap (kka), cepat bertindak/bereaksi getas (kka), mudah patah gètèk (kb), rakit dari bambu getih (kb), darah getir (kka), rasa antara pahit menusuk getuk (kb), singkong rebus ditumbuk pakai ampas getun (kka), menyesal gil? (kka), jijik gilig (kka), tidak pipih giris (kka), ngeri gelatik (kb), burung gelatik glétak (kka), terkapar di bawah glinding (kk), menggelinding; bergulir gludug, gledeg (kb), guruh glundung (kk), menggelinding; terguling gobang (kb), uang logam godog (kb), obor godog (kk), rebus godong (kb), daun gondal-gandul (kka), berayun-ayun (untuk benda yang tergantung) gondelan (kb), sesuatu yang menempel dan terbawa gondok, gondong (kb), bengkak pada kelenjar di leher gondol (kk), bawa lari gopok (kka), rapuh dimakan usia (untuk kayu) gotong (kk), angkat grabah (kb), perlengkapan rumah dari tanah liat growong (kka), berlubang besar grudug (kk), pergi/ datang dalam jumlah besar gudal (kb), kotoran gigi gudeg (kb), masakan terbuat dari nangka muda gudig (kb), kudis gugah (kk) (bbsn), bangunkan dari tidur gugur (kk), mati di medan perang guling (kb), batal panjang gulu (kb), leher gulung (kk), gulung gumuk (kb), bukit kecil, batu besar di sungai gundul (kka), tidak berambut gusah (kk), halau guwa (kb), gua guyon (kk), gurau guyub (kka), rukun damai
H*hagum (kka), kagum hajat (kk), kenduri haji (kk), ibadah haji halal (kka), halal, dibolehkan halang (kka), hambatan ham? (kb), hama hampura (kb), maaf haram (kka), sangat dilarang hasil (kka), hasil, pendapatan hasud (kka), rasa dengki hasut (kk), hasut, menghasut haw?k (kka), rakus hayo (kka), hayo hebat (kka), hebat heran (kka), heran
I*ibu (kb), ibu icip (kk), mencoba masakan yang sedang dimasak idep (kb), bulu mata idep-idep (ktg), hitung-hitung ider (kk), berkeliling iduh (kb), ludah idzin (kb), izin iga (kb), tulang belikat ijir (kk), berhitung ijo (kka), hijau iket (kb), ikat kepala iki (ktg), ini iku (ktg), itu ilat (kb), , lidah iler (kb), air liur ilok (ktg), kadang imbu (kk), peram imbuh (kk), tambah; bonus iming-iming (kb), hadiah yang dijanjikan impèn (kb), mimpi; impian ing (ktg), di ingon-ingon (kb), hewan peliharaan ingu (kk), memelihara (hewan) inuman (kb), minuman iplik (kka), berjalan kaki ireng (kka), hitam irig (kb), alat dapur terbuat dari bambu untuk cuci sayur iring (kk), iring iringan (kka), samping isin) (kka), malu isun (ktg), saya iwak (kb), ikan
J*jabang (kb), bayi jabel (kk), cabut paksa jaé (kb), jahe jagad (kb), dunia jagal (kb), tukang potong hewan ternak jag? (kk), jaga jahil (kka), jahil jajah (kk), menguasai wilayah negara lain jajal (kk), coba jajan (kk), membeli makanan ringan jalak (kb), nama burung jalaran (kb), penyebab jale (kb), jala jalu (kb), taji jaluk (kk), minta jaman (kb), jaman jambak (kk), tarik rambut jebug (kb), buah pinang jambul (kb), jambul jampe (kb), mantra jamu (kb), obat tradisional jawa jangan (kb), sayur janggut (kb), dagu jangkar (kk), jangkar perahu jaran (kb), kuda jarem (kka), luka yang dalam/bengkak jarit (kb), kain panjang, kain perca jawil (kk), senggol sengaja jejak? (kka), jejaka jejeg (kka), tegak jejek (kk), tendang dari atas jèjèr (kka), bersanding, bersebelahan jèmbrèng (kk), buka lebar (untuk kain, kertas, dsb.) jembut (kb), rambut kemaluan jempalik (kk), terguling ke arah berlawanan jempol (kb), ibu jari jenaté (kka), almarhum jèngkèl (kb), jengkel jengking (kk), nungging jentik (kb), kelingking jepit (kk), jepit jeplak (kk), membuka dengan cepat jéréh (kk), katanya jeriji (kb), jari jering (kb), jengkol jerit (kk), jerit jero (kka), dalam jeroan (kb), isi perut jeruk (kb), jeruk jèwèr (kk), tarik telinga jibul (kb), semacam bisul di telapak kaki jimat (kb), jimat jirih, pejirih (kka), penakut jitok (kb), belakang leher/ tengkuk jiw? (kb), jiwa jiwit (kk), cubit jodo (kb), jodoh jojoh (kk), ditusuk dengan benda panjang berkali-kali jomplang (kka), tidak setimbang jorog (kk), dorong sampai jatuh jorok (kka), tidak bersih, jorok jringjingen (kka), takut melakukan sesuatu karena jijik juadah (kb), kuweh jugjug (kk), langsung menuju, didatangi jujul (kb), badan lebih tinggi dari sesuatu jujur (kka), jujur jumadil-akhir (kb), nama bulan dalam penanggalan jawa jumadil-awal (kb), nama bulan dalam penanggalan jawa jumawa (kka), angkuh jumpalitan (kk), berguling-guling (koprol) juput (kk), ambil juragan (kb), majikan jut? (ktg), juta
K*kabeh, semua kacung (kb), pelayan kadingaren (ktg), tumben kadipaten (k, kadipaten kadohan, kejauhan kampék (kb), bantal kampleng, pukul di kepala dengan tangan terbuka kampul, mengambang kampung, kampung kana, sana kandang, kandang kapok (kka), tidak mau mengulangi kapuk, kapuk kapas (kb), kapas kasep, tampan kasih (kb) (bbsn), nama kasur, kasur kawat, kawat keadem?n, kedinginan keakehan, kebanyakan kebek, penuh kecik, biji sawo keduman (kka), kebagian kelambi (kb), pakaian kelap?, kelapa kelebu, tenggelam kel?g, tetelan kelelep (kk), tenggelam kelilip, kelilipan kemayu, genit ( perempuan) kembang, bunga kembar, kembar kembung, kembung k?mu, kumur kena, kena kenceng, banter kendi, kendi kendil, periuk nasi dari tanah kendo, longgar/kurang kuat/rapat kene, sini kentongan, kentongan kepingkel, terbahak keplok, tepuk tangan kardus, kardus kérék, kerek keri, geli kerngulu, bantal keselak, tersedak ketewel (kb), nangka muda ketotok, jitak kisruh, kisruh kiwé, kiri klenting (kb), tempayan kecil klimèn, kelemén (ktg), kenapa kobong (kk), terbakar kocak (kka), kocak kodok (kb), katak kol?k (kb), kolak konangan (kka), ketahuan kondang (kka), terkenal Kopong (kka), tidak ada isinya, kosong kosok (kk), gosok kotak (kb), kotak krakal (kb), kerikil besar; tidak lebih besar dari ujung jari. kramas, keramas; mandi dengan membasahi seluruh tubuh dan mencuci rambut. kramat, keramat; sesuatu yang dianggap sakral kucing, kucing kudu, harus; kudung, kerudung; yang dipakai kaum wanita untuk menutupi kepala, dan dililitkan di leher. kulit, kulit kumat, kambuh; kambuh dari penyakit yang pernah diderita, atau kambuh perangainya yang jelek. kumbili (kb), sejenis ubi jalar, berumbi kecil-kecil; biasanya dimakan setelah direbus. kun?, kuno kur?, kura-kura kuwat, kuat kuwen, itu
L*labuh, berlabuh laku, perjalanan hidup/cobaan yang harus dilalui lalen, pelupa/gampang lupa laler, lalat lali, kelalen, lupa lambe, bibir lamuk, nyamuk lamur, kabur (pandangan) lanang, laki-laki lande, belanda/orang barat landep, tajam lapangan, tanah lapangan/lapangan sepak bola lare, sakit laris, laris latar, halaman lawe, kelelawar lelakon, cerita hidup lemah, tanah lemes, lemas lempung, tanah liat lemu, gemuk lenge, minyak kelapa lim?, lima lindu, gempa bumi linggih, duduk linggih, duduk lintang, bintang liyan, lain liyane, yang lain lobok, kebesaran/kegedean loji, rumah besar bertingkat loman, murah hati/dermawan lor, utara loro, dua luber, meluber lubèr (kka), meluap (air) lumrah, wajar lung?, pergi lurah, lurah luwih, lebih
M*mabok (kka), mabuk mabur (kk), terbang mac? (kk), membaca macet (kka), macet macul (kk), mencangkul madani (kk), mencela, mengatai majar (kk), memberi tahu mal?r (kka) (bbsn), masih mambu (kka), bau mambu (kka), bau mame (kb), ayah mancing (kk), memancing manék (kk), naik mangan (kk), makan manggang (kk), memanggang manggar (kb), tangkai bunga kelapa mangs? (ktg), sewaktu manjing (kk), masuk mantuk (kk) (bbsn), pulang marani (kk), mendatangi mar?k (kk), mendekati margi (ktg) (bbsn), karena maring (ktg), ke, kepada (maring disingkat ming) masang (kk), masang m?dal (kk), keluar m?dam?l (kk), bekerja medok (kka), riasan (mukanya) tebal meléng (kka), lengah meletik (kk/kkd), loncat, terpental (untuk benda kecil). m?miti (kk), memulai méngkol (kk), belok merém (kk), memejamkan mata métongkrong (kka), berjongkok metu (kk), keluar méwék (kk), menangis mider, muter (kk), memutar mlobos (kk), masuk melalui celah atau kolong mlotot (kka), membeliak; besar (untuk mata) mojok (kk), duduk di pojok mulang (kk) (bbsn), kembali, pulang mules (kka), sakit perut mulét (kk), memutar badan (karena rasa pegal) muluk, memuluk (kk), menyuap (makanan), sarapan. mumpung (kka), selagi muncrat (kk), air keluar keras mundun (kk), turun muni (kb), bunyi, suara musuh (kb), musuh muter (kk), memutar
N*nabuh (kk), menabuh (alat musik) najan (ktg), walau nakal (kka), nakal nak?r (kk), menakar (beras, dll.) nakoni (kk), bertanya nambut (kk) (bbsn), pinjam nami (kb), nama nampi (kk) (bbsn), menerima nandak (kk), menari nandur (kk), menanam nanging (ktg) (bbsn), tetapi nanjak (kka), menanjak nape (ktg) (bbsn), apa napéni (kk), membersihkan beras dari kekotor napik (kka) (bbsn), jangan nasehat (kk), nasehat nawis (kk) (bbsn), menawar nebahi (kk), merapikan tempat tidur nebang (kk), menebang n?kani (kk), mendatangi nemah (kka), pasrah menerima némpél (kka), menempel nénggék (kk), kepala miring nerajang (kk), menabrak n?t?s (kk), menetas nétés (kk), menetes ngaji (kk), membaca al-qur’an ngalingi (kk), menghalangi ngelih (kka), lapar ng?lu (kka), pusing kepala ngewulang (kk) (bbsn), mengajar nimpal (kk), memindahkan kotoran. nong (ktg), sebutan sayang kepada anak/ dianggap anak nyekék (kk), mencekik nyusul (kk), menyusul O*obah (kk), bergerak obeng (kb), alat untuk mengencangkan baut obok-obok (kk), aduk-aduk menggunakan tangan obong (kk), bakar obor (kb), obor obral (kk), mengobral (barang) obrol (kk), mengobrol oceh (kk), cakap oceh (kk), omongan odol (kb), pasta gigi ogah (kka), goyang (untuk gigi) ojol (kk), tukar oles (kk), melumurkan sesuatu ombak (kb), ombak omong (kk), cakap ompol (kb), air kencing yang dikeluarkan dalam tidur ompong (kka), ompong opak (kb), nama makanan dibuat dari tepung beras, dibumbui lalu dipanggang. opén (kka), peduli kepada sesuatu opor (kb), jenis masakan untuk memasak daging atau ikan. orak-arik (kb), masakan dari telur orat-arit (kk), berantakan or? (kka), tidak or?g (kka), bergetar karena sesuatu orég-orég (kb), jenis makanan osok (ktg), pernah otot (kb), urat/otot owah (kka), gila oyod (kb), akar oyok (kk), didahului (dalam lomba) oyong (kb), nama sejenis tanaman meram-bat, buahnya biasa dibuat sayur. oyos (kk), mengerjakan sawah dengan mencabuti tanaman hama
P*pad? (ktg), sama pad?t (kk), , padat paido (kk), , mencela, menyalahkan pajang (kk), , hias paks? (kk), paksa pal?ng (kka), sait kepala pancal (kk), injak pancen (kb), pajak tanah panék (kk), panjat panjang (kb), pajang mulud, makanan/bahan makanan yang dihias, dikumpulkan di suatu tempat untuk dibagikan dalam peringatan maulud nabi. panjing, manjing (kk), masuk pant?s (kka), pantas pari (kb), padi pawon (kb), dapur payu (kka), laku p?c?kit (kb), jangkrik kecil untuk makanan burung p?cil (kb) (bbsn), anak pedaringan (kb), tempat bumbu di dapur ped? (kb), ikan yang diawetkan dengan fermentasi dan diasin ped?s (kka), pedas peg? (kka), pandangan terhalang karena banyak asap. pel?pah (kb), tangkai daun peléséd (kka), peleset pelit, kikir penc? (kb), pencak silat pencok (kb), makanan dibuat dari kacang hijau digoreng p?nd?m (kk), timbun péngén (kk), pengen pengidon (kb), tempat ludah sirih p?ngker (kka) (bbsn), belakang p?padon (kk), bertengkar pépés (kk), pepes p?pikang (kb), selangkangan peragat (kka), selesai perkawis (kk) (bbsn), perkara piring (kb), piring plintir (kk), pelintir pocong (kb), ikatan padi, sesuatu yang dibungkus dan diikat atas dan bawahnya. porong (kka), muka terkena jelaga prig?l, (kka), cantik, sesuai pring (kb), bambu
R*rabeg (kb), gulai kambing rabi (kb), isteri rabun (kka), penyakit mata rafek (kka), berhubungan baik, tidak berkelahi rag?m (kka), bersama ragi (kb), ragi rahul (kka), bohong rai, rerai (kb), muka rajungan (kb), sejenis kepiting di laut raksé, ngeraks?, (kk), menjaga (diri) ramp?d (kk), rampas rampog (kk), rampok randu (kb), pohon kapuk rangd? (kkd, janda rangkak (kk), merangkak rangk?p (kk), rangkap rangkul (kk), peluk ranjang (kb), ranjang rap?t (kka), tanpa celah-celah rawuh (kk), datang régél (kk), jatuh r?j?ng (kk), dipaksa melakukan sesuatu yang tidak diingini. réndéng (kka), berdampingan reyod (kka), sudah tidak tegak rigél (kk), jatuh ringas (kka), bertindak liar karena takut ringk?l (kka), tubuh meringkuk ringkes (kk), ringkas, disingkat ringsek (kka), ringsek rinjing (kb), tempat membawa sesuatu terbuat dari kain yang dijahit seperti tas. rob (kka), air laut pasang roboh (kk), roboh rombéng (kka), sobek, rusak (kain/baju) rompal, rompang (kka), golok atau pisau rompal karena terkena paku. rubung (kk), merubung, mengerumuni rug?l (kka) (bbsn), rugi rujak (kb), rujak rujuk (kk), rujuk rukun (kka), rukun, tenteram rumab (kka), sakit demam rumangs? (kka), sudah merasa keadaan dirinya rusuh (kka), keadaan rusuh
S*saban (ktg), tiap, setiap sabet (kk), sabet, lecut sabin (kb), sawah sabrang (kk), menyeberang sabun (kb), sabun sad? (kb), lidi sado (kb), kereta kuda, dokar sagon (kb), makanan terbuat dari tepung beras ketan, parutan kelapa, gula disangrai atau dioven. sakar (kb), gula sakar = gula pasir sambat, sesambat (kk), minta tolong samb?l (kb), sambel sambléh (kb), kerah baju sambut (kk), pinjam sami (ktg) (bbsn), sama samp?r (kk), jemput sampil (kb), paha (kerbau, kambing) sampun (ktg) (bbsn), sudah sangit (kka), bau hangus sangkrah (kb), sampah santri (kb), pelajar di pesantren sare (kk) (bbsn), tidur sar?ng (kk) (bbsn), bersama-sama sarug (kk), kaki digeserkan dengan tanah sato (kb), binatang sawah (kb), sawah sawan (kka), keadaan takut karena melihat yang dianggap menyeramkan sawang (kb), sarang laba-laba sawér (kk), uang yang ditebarkan untuk diperebutkan. sedant?n (kka) (bbsn), semua sedél? (kka), sebentar se?mit, se?mil, setitik (kka), sedikit segare (kb), lautan selentik (kk), disentil telinganya seliyane (ktg), salainnya selulup (kk), menyelam s?mang (kka), perasaan khawatir yang berlebihan akan kerugian menimpa dirinya sembahyang (kk), sholat s?m?n?, semono (kka), sebegitu sem?ngké, s?mongko (kka) (bbsn), sebegitu seplék (kka), dahan patah seprong (kb), 1. alat untuk meniup agar api di tungku jangan padam; 2. kaca penutup api pada cempor supaya jangan padam. sesudun (kb), bisul shalat (kk), shalat sikil (kb), kaki silih (kk), pinjam sindet (kka), ikat siram (kk) (bbsn), mandi slumbat (kb), alat mengupas kulit kelapa slumud (kk), disulut api sosoh (kk), membersihkan beras dengan cara ditumbuk. sudun (kb), bisul sumbat (kka), untung besar sumbrah (kka), segar sehabis makan rujak supados (ktg) (bbsn), agar, supaya susuh (kb), sarang burung
T*tab?t (kka), bekas tabok (kk), tampar tabuh (kk), tabuh, menabuh tajug (kb), gubug untuk ronda takabur (kka), sombong takén (kk), bertanya tak?r (kk), menakar takon (kk), tanya; nakon ‘menanya’, nakoni ‘menanyai’, ditakoni ‘ditanyai’, nakonaken ‘menanyakan’, tetakon ‘bertanya’, tetakon-takon ‘bertanya-tanya’. tambah (kk), tambah tamb? (kb), obat tampah (kb), nyiru tampar (kb), tali, tambang tamp?k (kb), sejenis penyakit anak tampel (kk), tepis, nampel ‘menepis’, ditampel ‘ditepis’. tampi (kk) (bbsn), terima, nampi ‘menerima’, ditampi ‘diterima’. tampolane (ktg), kadang-kadang tamu (kb/kk), ‘tamu’, namu ‘bertamu’, ketetamuan ‘kedatangan tamu’, nenamu ‘bertamu’. tandur (kk), tanam, nandur ‘menanam’, tanduraken ‘menanamkan’, ditan-duraken ‘ditanamkan’. tangan, lengan tangeh (kkd), jauh, lama tanggap, ditanggap (kk), panggil, dipanggil tangi (kk), bangun tangkis (kk), tangkis tangs?l (kk), ganjal tangtang (kk), tangtang, ditangtang ‘ditangtang’, nantang ‘menantang’. tangting (kk), jingjing, ditangting ‘dijingjing’. tanjak (kk), mengarah ke atas, tanjakan ‘jalan yang menanjak’, nanjak ‘menanjak’, nanjakaken ‘menanjak-kan’. tatag (kkd), cepat datang, ketatagen ‘terlalu cepat datang’, aj? tatag-tatag ‘jangan datang cepat-cepat’. tatal (kb), kayu kecil bekas diketam tatu (kka), tersayat benda tajam tawar (kkd), tidak asin, tidak manis. tawis (kk) (bbsn), tawar (harga) tedeng (kt), aling-aling; nédéngi ‘meng-aling-alingi’ tegal (kb), kebun tegér (kk), memancing dengan tanpa ditunggui. teger (kkd), suka, pantas, bagus; negeraken ‘menyenangkan’ tekang (kk), datang; tek? (ktg), tiba tekor (kkd), rugi, susut, kurang telajon (kkd), ketelajon ‘keterusan’ telas (kkd), habis (bbsn); tetelasan ‘habis-habisan’, nelasak?n ‘pengha-biskan’, ketelasan ‘kehabisan’, ditelasaken ‘dihabiskan’. t?lat (kka), terlambat datang teles (kkd), basah; ketelesan ‘kebasahan’, nelesi ‘membasahi’, tetel?san ‘basah-basahan’, kagol teles ‘terlanjur basar’ telih (kb), tembolok (unggas) témbén? (ktg), barusan t?mungkul (kka), menunduk tubles (kk), menusuk dengan benda runcing turu (kk), tidur; tetutuan ‘tidur-tiduran’, keturuan ‘ketiduran’, peturon ‘tempat tidur’.
U*ucek (kk), gosok-gosokkan (mata, cucian) uceng (kb), bunga melinjo ucul (tk, ts), terlepas udal-udal (kk), membongkar udan (kb), hujan udel (kb), pusar udeng (kb), ikat kepala udud (kk), rokok; merokok uga (kka), juga ugal-ugalan (kka), bertindak tanpa mengindahkan aturan ugel-ugel (kb), pergelangan tangan uget-uget (kb), larva ujar (kb), perkataan ujub (kka), takabur ujur (kb), menghukum ukir (kk), ukir ul? (kb), ular ulem (kk) (bbsn), undang uler (kb), ulat ules (kb), wajah ulung (kb), binatang semacam elang ulung (kb), elang umbal (kk), pindah tempat umbar (kk), biarkan/ lepaskan umbel (kb), ingus umbul-umbul (kb), bendera um?b (kka), didih umpak (kb), alas tiang umpam? (ktg), umpama umum (kk), umum umur (kb), umur undang (kk), panggil unda-undi (tks), berjenjang unduh (kk), petik/tuai undur (kk), gerak ke belakang undur-undur (kb), nama binatang yang jalannya mundur ungu (kka), ungu uning? (kka), tahu unjuk (kk), geser naik unta (kb), onta untal (kk), lempar untu (kb), gigi untuk (kb), busa upay? (kb), upaya urip (tk,ts), hidup usik (kb), gerak usir (kk), usir usus (kb), usus utang (kb), hutang uwa (kb), sebutan untuk kakak ayah/ibu uwal (kka), terlepas dari ikatan (untuk manusia) uwan (kb), uban uwi (kb), semacam ubi jalar uyuh, air seni uyup, hirup (untuk cairan, mis. kuah sayur)
W*wac? (kk), baca wadag (kka), kasar wadah (kb), tempat wadal (kb), tumbal wadanan (kb), julukan wadang (kka), masakan kemarin (untuk nasi) wadas (kb), cadas wadé (kk) (bbsn), jual wadon (kka), perempuan waduk (kb), bendungan waduk (kb), perut wadul (kk), mengadu waj? (kb), baja wajik (kb), nama jajanan terbuat dari ketan walang (kb), belalang walesan (kb), gagang pancing wali (kb), wali walik (kb), balik waluh (kb), labu wandu (kka), banci wangi (kka), harum wangsit (kb), wahyu wangwung (kb), kumbang wani (kka), berani wanti-wanti (kk), berpesan dengan sangat warah (kk), tunjuk/ajar, beritahu warangan (kb), racun (biasanya dipakai untuk melumuri keris) warangka (kb), kerangka, sarung keris waras (kka), sehat wareg (kka), kenyang warg? (kb), warga wargi (kb), warga waris (kb), waris warna (kb), warna warn? (kb), warna, jenis warung (kb), warung waspad? (kka), waspada wasta (kb), nama waste (kb) (bbsn), nama watek (kb), watak wates (kb), batas watu (kb), batu wau (ktg), tadi wawacan (kb), bacaan wayah (kb), masa/waktu wayang (kb), wayang wayuh (kk), diduakan (oleh suami) wedak (kb), bedak wédang (kb), minuman hangat wedi (kb), pasir wedi (kka), takut wedus (kb), kambing wegah (kka), enggan wekas (kb), pesan welang (kb), ular belang welas (kka), rasa kasihan; merasa kasihan wenang (kka), berwenang, berhak wentis (kb), betis werat (kka), wajar, sebanding weruh (kk), tahu, kenal weruh (kk), nampak, tahu wés (kka), sudah wesi (kb), besi wétan (ktg), timur weteng (kb), perut weton (kb), hari kelahiran wéwé (kb), hantu perempuan wèwèh (kk), memberi wewengkon (kb), daerah kekuasaan, wilayah widadari (kb), bidadari wiji (kb), biji; benih wilangan (kb), bilangan wingi (ktg), kemarin winginané (ktg), dua hari yang lalu wirang (kka), malu wirid (kb), kata atau kalimat pujian kepada allah yang dibaca berulang-ulang wiridan (kb), pembacaan wirid wiron (kb), bagian dari kain panjang yang dilipat memanjang bersusun. wiru (kk), melipat bagian tepi kain panjang menjadi lipatan-lipatan kecil. wis (kka), sudah wis? (kb), bisa, racun wisma (kb), rumah wisuh (kk), basuh tangan/kaki wit (kb), pohon wit (kb), pohon woh (kk), buah wong (kb), orang wot (kb), jembatan wrangka (kb), sarung keris wréda (kb), tua wudani (kk), telanjangi wud? (kka), telanjang wudar (kk), terurai wulan (kb), bulan wulang, ajar wulu (kb), bulu wulung (kka), ungu tua wuruk (kk), tunjuk/ajar wutah (kk), tumpah wutuh (kka), utuh wutuh (kka), utuh wuwuh (kk), tambah wuwung (kb), bubungan atap wuwung (kb), mandi dengan kepala dibasahi Y*yaiku (ktg), yaitu yakti (kka), sungguh; benar yèn (ktg), bila, jika yenteh (ktg), kalaulah yuswa (kb), umur yuyu (kb), kepiting sungai
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Last Updated on Tuesday, 12 March 2013 02:43 |