OLEH : H.M.A. Tihami
Cilegon menjadi Kota Cilegon, adalah bentuk klimak saat ini bagi wilayah yang telah melalui beberapa bentuk:
Dari sebuah kampung kecil yang dikelilingi rawa-rawa (kubang-kubang) terletak pada lengkungan (melegon), sejak sebelum pengembangan Banten oleh Sultan Ageng Tirtayasa (1651), kemudian menjadi sebuah pemukiman yang berkembang karena pengembangan rawa-rawa (kubang-kubang) menjadi area persawahan. Pada waktu itu pula, ketika perpanjangan tangan Sultan dalam pengembangan agama Islam oleh para Fakih (ulama), Cilegon merupakan tempat laluan menuju Caringin yang disebut-sebut sebagai pusat pesantren pertama di Nusantara.














