Inilah Kisah Sukses Fika Fatma Saumi, Runner-up 2 Duta Kampus IAIN SMH Banten

Lab. Bantenologi.org -- Fika sapaan akrabnya, salah satu relawan Lab. Bantenologi menjadi runner-up 2 Duta Kampus IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Mahasiswa semester 7 Jurusan Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) ini mengaku bahwa awalnya dia tidak mengira akan menyandang status baru ini. Perasaanya sangat senang dan shock ketika terpilih, tapi itu merupakan amanah baru dan begitu berat yang akan diembannya, tapi walau demikian tetap merasa bangga atas prestasinya dan berusaha menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

Berawal dari Ketua Jurusan Ekonomi Syariah, Hadi Peristiwo, S.E, MM. yang telah memercayainya untuk mengikuti ajang tersebut. Fika mengaku awalnya dia tidak percaya diri, Pak Hadi berhasil meyakinkannya dengan alasan beliau telah mengetahui sejumlah prestasi dan keterlibatannya dalam beberapa kegiatan yang positif.

Dihari terakhir pendaftaran, Fika menyerahkan berkas yang dibutuhkan pada 9 November 2016, esok harinya para juri dengan ketat menyeleksi semua peserta yang ikut, dan pada 6 Desemeber 2016 Fika berhasil menjadi runner-up ke-2.

Dari beragam seleksi yang dilaluinya, Fika mengaku bahwa Duta Kampus tidak dilihat dari fisik tapi dari skill dan wawasannya, terutama wawasan kampusnya sendiri yang sesuai namanya Duta Kampus. Satu hal yang diingatnnya statement “Cantik saja tidak cukup” dari salah satu juri yang menyeleksinya tersebut.

Mahasiswa yang hobbinya membaca dan menulis ini, memiliki motto hidup “positive thinking and think I can do, Allah always with me”  terlahir di Serang, 7 Februari 1995 dari pasangan Masitoh dan Susanto merupakan mahasiwa yang selalu ceria, energik, dan tak mudah putus asa.Cilegon-Serang jalan yang dilaluinya hampir setiap hari menjadi saksi perjuangannya.

Tak hanya itu, Fika juga aktif berkegiatan dalam organisasi seperti Generasi Baru Indonesia (GenBI), Himpunan Mahasiswa Jurusan Ekonomi Syariah (Himajesy) 2014-2015, serta bergabung menjadi Relawan Bantenologi sejak 2015 hingga saat ini.

“Saya tidak PD, tapi saya berusaha tetap menampilkan yang terbaik,” ujarnya. Ketika ditemui usai ajang tersebut. Ajang tahunan bergengsi di lingkungan kampus yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Bahasa (P2B) IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten ini semoga menjadi salah satu ajang yang menjadi acuan prestasi bagi mahasiswanya dan terus dikembangkan di kampus tercinta itulah harapannya. (Jamie Idohal)