Gelar Workshop Bahasa Inggris se-Provinsi Banten, Lab. Bantenologi Jalin Kerjasama dengan Atma Jaya Jakarta

 

Lab. Bantenologi.org -- Program Pasca sarja S2 dan S3 LTBI (Linguistik Terapan Bahasa Inggris) Universitas Khatolik Indonesia (UNIKA) Atma Jaya Jakarta bekerja sama dengan Laboratorium Bantenologi dalam Program Pengabdian Masyarakat (PPM) dengan menghelat acara workshop yang ditunjukan untuk menunjang skill guru Bahasa Inggris dalam hal tulis-menulis beberapa waktu lalu.

Workhop ini diikuti oleh 150 guru SD hingga SMA atau sederajat yang ada se-Provinsi Banten, yaitu Serang, Pandeglang, Cilegon, hingga Lebak. Pendaftaran dibuka pada awal Desember selama 10 hari.

Melalui sambutannya, Direktur Lab. Bantenologi,Dr. Helmy FBU menceritakan bahwa kerjasama yang dijalin tersebut tertuang dalam tagline Lab. Bantenologi, yaitu mengkaji tradisi, membangun jati diri. 

"Laboratorium Bantenologi ingin membangun jati diri guru-guru Bahasa Inggris terutama guru di wilayah Provinsi Banten melalui kegiatan workshop ini," terang Dr. Helmy. 

Dengan mengusung tema “Writing an Opinion Editorial in the English Newspaper and Writing Workshop for High School Teacher," acara workshop dibuka pukul 08.00 – 15.00 bertempat di aula lantai 2 Prof. Syazdeli Hasan, IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Ciceri-Serang.

Workshop ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pertama dimulai sekitar pukul 09.00-12.00 dengan pembicara Dr. Setiono Sugiharto dan moderator Prof. Dr. Bambang Kaswanti Purwo. Sedangkan sesi kedua dimulai setelah break and lunch, sekitar pukul 13.00-15.00 dengan pembicara Cristine Manara, Ph.D.

Dalam statement-nya Dr. Setiono mengatakan “reading contributes to writing competence” yang berarti peran penting dalam memulai untuk menulis yaitu dengan banyak membaca, dimulai dari membaca apa saja yang menjadi minatnya. Beliau juga mengatakan “reading for pleasure that means pleasure to read.”

Tak kalah menarik ibu Cristnine Manara dalam sesi berikutnya membawa para pesertanya untuk aktif berpartisipasi dengan mengajak bagaimana cara membuat sebuah action research clasroom dengan uneg-uneg yang selama ini dirasakan oleh guru-guru tersebut. Para peserta diajak untuk menuliskan apa yang mereka tidak suka saat mengajar siswanya sampai bagaimana cara mencari solusi yang dihadapinya.

Selama kegiatan berlangsung para peserta tampak antusias terlihat dengan banyaknya pertanyaan yang dilontarkan peserta kepada para narasumber, sehingga tidak heran hal itu memicu suasana menjadi lebih hidup dan interaktif. 

Diketahui, acara tersebut dihadiri oleh Direktur Laboratorium Bantenologi, Dr. Helmy Faizi Bahrul Ulumi, M.Hum, Ketua Program Doctoral LBTI, Prof. Dr. Bahren Umar Siregar, Ph.D, dan sejumlah pengurus, relawan Lab. Bantenologi dan dosen-dosen UNIKA Atma Jaya Jakarta. (Jamie Idohal/Andri)