Kali ini Giliran Gabriel Facal yang Kunjungi Lab. Bantenologi

 Dr. Gabriel saat foto bersama pengurus dan relawan Lab. Bantenologi

Lab. Bantenologi.org -- Dr. Gabriel Facal, peneliti Centre de recherches sur l’Asie du Sud-Est (CASE) Perancis mengunjungi Bantenologi pada tanggal 1-3 Desember 2016 untuk mencari referensi tentang ulama dan silat di Banten. Ia mengaku kunjungannya kali ini bukanlah yang pertama kalinya. Ia sudah mengunjungi Bantenologi sejak tahun 2009 dan mengenal beberapa anggota Bantenologi, termasuk Direktur Bantenologi, Dr. Helmy Faizi Bahrul Ulumi. Bantenologi baginya selalu memberikan kesan yang luar biasa sebagai lembaga yang fokus dalam penelitian dan kajian Banten.

Berawal dari hobi bela diri di negara asalnya Perancis, Facal mengaku tertarik juga dengan silat yang ada di Banten, sehingga ia mempelajari Macan Guling TTKDH selama satu tahun di Perancis. Oleh karena itu, pada tahun 2004 ia datang ke Banten untuk pertama kalinya dan mempelajari silat Banten lebih dalam. Pada tahun 2007 ia melanjutkan S2 di École des hautes études en sciences sociales (EHESS) Paris, kemudian pada tahun 2009 ia melanjutkan S3nya di Institut de recherches Asiatiques (Irasia) Marseille Perancis dan menulis disertasi tentang Banten yang berjudul Réseaux d’autorité, islam, institutions politiques. Les « hommes forts » jawara de Banten Indonésie (Authority Networks, Islam, Political Institutions: the "Strongmen" Jawara from Banten). Menurutnya silat Banten berbeda dengan silat lainnya yang ada di Indonesia. Silat Banten bersifat inklusif, bukan hanya bela diri dan seni, tetapi juga berbau mistis dan religius. Silat Banten menyatukan dua aspek dalam satu praktik yang sama, yaitu aspek kekuatan dan keyakinan. Keduanya saling melengkapi satu sama lain untuk mendapatkan hasil yang efektivitas inisiasi.

Sebagai pesilat, Facal juga mempelajari berbagai aliran silat seperti Penca Cimande di Bogor dan Garut, TTKDH di Pamarayan, dan Garis Paksi di Bandung. Pada tahun 2013, ia mendirikan sebuah Paguyuban Silat Dasar Cimande di Perancis. Tidak sampai di situ, ia menulis buku tentang silat Banten dalam bahasa Perancis yang berjudul La foi et la force. L’art martial silat de Banten en Indonésie. Kemudian tahun 2016 buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Keyakinan & Kekuatan Seni Bela Diri Silat Banten dan diterbitkan oleh O’ong Maryono Pencak Silat Award bekerjasama dengan Yayasan Pustaka Obor Indonesia. Buku ini menjelaskan tentang sejarah, penyebaran, karakteristik, dan lima aliran silat Banten.

Selama di Banten, Facal mengunjungi berbagai tempat yang menurutnya menarik dan berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, ia banyak menghabiskan waktu di perpustakaan Bantenologi yang menurutnya banyak buku-buku yang menarik untuk ia baca, sehingga ia juga tertarik untuk bergabung sebagai salah satu peneliti di Bantenologi. Ia berencana untuk membuat penelitian kolaborasi tentang kekayaan tradisi Islam di Banten bersama Bantenologi dan beberapa peneliti dari Perancis, Singapura dan Indonesia. Ia berharap semoga Bantenologi bisa menjadi lembaga penelitian yang lebih berperan lagi di tingkat internasional, dan mengembangkan pengetahuan tentang sejarah dan budaya Banten. (ERNI K)